Sekilas Info

LAWAN COVID-19

Pandemi Covid Bawa Tantangan pada Penggunaan Platform Digtal

satumalukuID/Istimewa Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor-Leste, Owen Jenkins.

satumalukuID - Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor-Leste, Owen Jenkins mengingatkan, pandemi global Covid-19 yang melanda sepanjang 2020 membawa tantangan tersendiri, terutama pada penggunaan platform digital.

Berbicara pada webinar Online Gender Based Violence yang diselenggarakan oleh British Embassy Jakarta, Kamis (16/12/2020), Owen katakan, intensitas penggunaan platform digital meningkat sejak pandemi. Melakukan aktivitas sehari-hari melalui ruang digital bukan lagi sebuah pilihan, melainkan kebutuhan.

“Internet merupakan hal yang fundamental bagi kita, oleh karenanya banyak sekali orang yang bergantung kepada internet dalam kehidupan mereka. Meskipun internet telah membantu kita dalam banyak hal, namun di satu sisi pandemi Covid-19 telah memperlihatkan berbagai macam risiko dari internet. Risiko tersebut diantaranya banyaknya konten yang berbahaya, termasuk Kekerasan Berbasi Gender (KBG) secara online,” paparnya.

Menurut Owen penanganan KBG harus dilakukan secara global oleh dunia internasional, pihak Pemerintah Inggris pun telah bekerja sama dan menjalin hubungan erat dengan mitra kerja di Indonesia, salah satunya dengan SAFEnet Indonesia dan Get Safe Online melalui peluncuran program “awas KBGO!”.

“Program ini bertujuan menyebarkan pengetahuan terkait KBG berbasis online kepada masyarakat melalui platform-platform online, salah satunya laman awaskbgo.id,” ujarnya.

Sementara itu, Kasubdiv Digital Ar-Risks SAFEnet, Ellen Kusuma mengatakan bahwa KBG biasanya menyerang terkait ketubuhan seseorang, terutama identitas perempuan, walaupun bisa terjadi pada laki-laki.

“KBG berbasis online difasililitasi oleh teknologi digital dengan segala kemudahan dan kecanggihannya sehingga teramplifikasi dengan kemudahan bagi pelaku serta dampak lebih besar bagi korban,” ungkapnya.

Dia mencontohkan KBG berbasis online yang pernah ditangani oleh SAFEnet diantaranya ancaman perkosaan, foto diedit dengan narasi objektifikasi seksual, penguntitan, body shaming, dan nomor gawai disebarkan sebagai nomor prostitusi.

“Bentuk pelecehan seksual selama Work From Home (WFH), baik yang dialami oleh perempuan maupun laki-laki mayoritas adalah disebarnya video, foto, audio, pesan teks atau stiker bernuansa seksual tanpa persetujuan,” terang Ellen.

Ellen menambahkan untuk mencegah KBG berbasis online, maka masyarakat sebaiknya memiliki wawasan dasar di dunia digital, seperti terkait privasi (data pribadi, Personal Identity Information (PII)), consent, ekosistem dunia digital, dan karakteristik dunia digital.

Penulis: Tiara Salampessy
Editor:redaksi

Baca Juga

error: Content is protected !!