Sekilas Info

KASUS BANK MALUKU

Kajati Bilang Kasus Repo Bank Maluku Ada Kerugian Negara

satumalukuID/Freepik.com Ilustrasi dugaan korupsi

satumalukuID- Hasil audit keuangan negara dalam kasus Repurchase Agreement (Repo) atau Penjualan dan Pembelian Surat-surat Hutang/Obligasi pada Kantor Pusat PT. Bank Pembangunan Daerah Maluku Tahun 2011 sampai 2014, akhirnya dikantongi Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku.

Kepala Kejati (Kajati) Maluku, Rorogo Zega, mengaku, hasil audit yang diterima langsung dari Kepala Perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Maluku, Rizal Sunaili, di Kantor Kejati Maluku, Kota Ambon, Jumat (18/12/2020), terdapat kerugian negara.

"Hasil audit (kasus repo bank Maluku) sudah kita terima," ungkap Kajati Rorogo Zega.

Meski sudah mengantongi hasil audit kasus tersebut, namun orang nomor 1 di Kejati Maluku ini belum menyampaikan berapa jumlah kerugian negara.

"Hasilnya ada kerugian negara. Menyangkut jumlahnya akan saya umumkan," terangnya.

Setelah mengetahui hasil audit yang merupakan salah satu bukti kuat untuk mengungkap kasus itu, Rorogo mengaku pihaknya akan segera menyelesaikan kasus yang lama terkatung-katung tersebut.

"Segera diselesaikan penanganan perkaranya," tandasnya.

Untuk diketahui, kasus yang diduga merugikan negara ratusan miliar rupiah itu baru menjerat dua tersangka. Yaitu Idris Rolobessy, mantan Dirut Bank Maluku dan rekannya Izack B. Thenu mantan Dirut Kepatuhan.

Dua tersangka yang sudah ditahan ini dijerat menggunakan pasal 2 dan 3, Jo pasal 18 ayat (1) UU Nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi. Rolobessy ditahan di Lapas Kelas IIA Ambon dengan kasusnya yang lain, yaitu korupsi pengadaan lahan dan bangunan di Surabaya tahun 2014 sebesar Rp.54 miliar. Sementara rekannya Thenu ditahan di Rutan Kelas IIA Ambon.

Kasus ini terungkap setelah dilakukan pemeriksaan rutin tahun 2014. Pemeriksaan menemukan adanya transaksi Reverse Repo surat berharga atau obligasi sebesar Rp.238,5 miliar di PT. Bank Maluku - Maluku Utara (saat itu BPDM).

PT. Bank Maluku - Malut saat itu menerbitkan obligasi sebesar Rp.300 miliar dalam bentuk tiga seri, yakni Seri A sebesar Rp.80 miliar yang dilunasi pada 2013. Seri B Rp.10 miliar dilunasi pada 2015. Seri C Rp.210 miliar jatuh tempo pada Januari 2017.

Untuk mengungkap kasus itu, banyak pihak sudah dimintai keterangannya. Sejumlah bukti berupa dokumen tertulis juga turut disita tim penyidik.

Penulis: Husen Toisuta
Editor:redaksi

Baca Juga

error: Content is protected !!