Sekilas Info

PILKADA 2020

Bawaslu Maluku Temukan 57 Pelanggaran Pilkada di Empat Kabupaten

satumalukuID/Freepik.com Hand drawing illustration of election concept

satumalukuID- Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Maluku menemukan sedikitnya 57 pelanggaran Pilkada di Kabupaten Kepulauan Aru, Seram Bagian Timur (SBT), Buru Selatan (Bursel) dan Maluku Barat Daya (MBD).

Puluhan pelanggaran ditemukan melalui laporan yang diterima dari warga maupun berdasarkan hasil temuan Bawaslu Maluku sendiri.

Ketua Bawaslu Maluku, Astuti Usman, mengaku, berdasarkan data sementara terdapat 57 pelanggaran yang terjadi di kabupaten penyelenggara pilkada serentak 2020. Dari 57, yang masuk registrasi berjumlah 37 pelanggaran. Diantaranya berasal dari Aru 13, SBT 11, Buru Selatan 6 dan MBD 7.

Hasil pemeriksaan, terdapat 1 laporan yang dinilai bukan pelanggaran. Sementara sisanya diproses menggunakan pasal pidana sebanyak 23 kasus dan proses administrasi 9 kasus.
Pelanggaran yang diproses secara pidana tersebar di Aru 5, SBT 8, Buru Selatan 6 dan MBD 4. Sedangkan proses administrasi hanya ada di dua kabupaten yaitu Aru 7 dan SBT 2.

"Untuk sementara ada lima kasus yang sudah diselesaikan atau dinyatakan aman. Yaitu 1 di SBT, 1 di Buru Selatan dan 3 di MBD," kata Astuti kepada satumaluku.id, Jumat (18/12/2020).

Menyoal terkait adanya Pemilihan Suara Ulang (PSU), Astuti mengaku terdapat di Pulau-pulau Panjang, Kabupaten SBT. PSU sudah dilakukan KPU di TPS 1 dan 2.

"Ada dua di Pulau-pulau Panjang. Ada di TPS 1 dan 2," kata Astuti yang baru menjabat sebagai Ketua Bawaslu Maluku pada 11 Desember 2020 lalu.

Menurutnya, semua penyelesaian sengketa terjadi hanya pada tahapan pencalonan perseorangan.

"Jadi di tahapan lain itu tidak ada sengketa, hanya ada pada tahapan pencalonan perseorangan yaitu saat pendaftaran, verifikasi berkas dan tahapan penetapan," jelasnya.

Di sisi lain, terkait dirinya kini menjabat Ketua Bawaslu Maluku, Astuti mengatakan ke depan pihaknya berharap dapat melanjutkan sejumlah program atau kegiatan yang sudah dilakukan ketua sebelumnya yakni Abdullah Ely.

"Harapan kami ke depan bahwa apa yang sudah dilakukan oleh ketua sebelumnya itu akan tetap kami lanjutkan, terkait dengan program, terkait dengan kegiatan dan sebagainya," ucap Astuti.

Ia mengungkapkan, apabila di tengah perjalanan terdapat kekurangan, pihaknya akan melakukan perbaikan, serta lebih meningkatkan ke arah yang lebih baik, sebagaimana harapan maupun tujuan Bawaslu itu sendiri.

"Kami akan melihat di mana letak kekurangannya akan kami perbaiki dan lebih meningkatkannya kembali. Sehingga diharapkan lembaga ini ke depan akan lebih baik, dan itu bukan harapan dari saya tetapi harapan dari lembaga ini," tandasnya.

Penulis: Husen Toisuta
Editor:redaksi

Baca Juga

error: Content is protected !!