Sekilas Info

Tak Pakai Masker, 200 Warga Kota Ambon Langsung Dirapid Test, Empat Reaktif

satumalukuID/Husen Toisuta Wali Kota Ambon Richard Louhenapessy.

satumalukuID- Operasi Yustisi penegakan protokol kesehatan di Kota Ambon, menjaring 200 orang warga tak pakai masker, Selasa (15/12/2020). Mereka langsung dirapid test di tempat. Hasilnya, empat orang dinyatakan reaktif.

"Sudah dilakukan mulai hari ini. Ditemukan 200 orang yang tidak pakai masker. Sanksinya mereka dilakukan pemeriksaan Rapid Test di tempat," kata Wali Kota Ambon, Richard Louhenapessy, di Balai Kota Ambon, Selasa (15/12/2020).

Dari 200 orang warga yang dirapid test, mantan Ketua DPRD Maluku ini mengaku empat diantaranya menunjukan dua garis alias reaktif.

"Ada empat yang reaktif. Mereka langsung dibawa ke Puskesmas Valentine Ambon untuk proses lebih lanjut yakni tes swab," ungkapnya.

Richard mengaku, Operasi Yustisi penegakan protokol kesehatan khususnya penggunaan masker dengan sanksi rapid test di tempat ini, tersebar di sejumlah pintu masuk pusat Kota Ambon.

"Kita fokus di semua titik, seperti ada yang dikawasan Galala, Belakang Soya, Talake, Batu Meja, dan tempat yang memang menjadi pintu masuk," jelasnya.

Penerapan sanksi itu, lanjut dia, menunjukan pihaknya sangat serius menekan angka terkonfirmasi Covid-19. Sehingga untuk menjalankan program pencegahan pandemi ini, Pemkot Ambon sudah menyediakan alat rapid tes yang cukup.

"Kalau alat rapid test kita punya cukup. Itu memang pemerintah sudah siapkan alatnya jadi ketersediaannya masih ada dan gratis. Kalau tes mandiri memang beda karena harus bayar," pungkasnya.

Orang nomor 1 pada Pemerintahan Kota Ambon ini terus menghimbau masyarakat untuk senantiasa menerapkan protokol kesehatan di setiap menjalankan aktivitas. Seperti menggunakan masker, mencuci tangan pakai sabun, menjaga jarak, dan menghindar dari kerumunan.

Penulis: Husen Toisuta
Editor:redaksi

Baca Juga

error: Content is protected !!