Sekilas Info

Mercy Barends, Politisi Perempuan Pembaca Buku

Belum banyak persentuhan saya dengan sosok yang satu ini. Meski kita pernah tinggal satu komplek lebih dari 5 tahun di Kalibata, Jakarta. Saya hanya mengikuti pergulatannya sebagai politisi lewat media.

Pernah, sudah lama sekali, saat mau ke Ambon, di Bandara Cengkareng, saya lihat perempuan Maluku ini, sambil menunggu jadwal penerbangan tengah asik membaca buku. Sesuatu yang jarang ditemui pada para politisi Maluku, termasuk para aktivis.

Harus jujur saya katakan, beliau salah satu yang terbaik dari reprentasi politik Maluku di parlemen nasional, setidaknya dalam 5 tahun terakhir ini. Senang rasanya bisa satu forum dengan sosok yang punya kapasitas, tapi tetap rendah hati.

Malam itu, di sela-sela menunggu waktu ‘Bacarita’, saya bilang, “Usi, yang beta salut dan beta kira menjadi satu hal yang perlu banyak politisi pelajari dari Usi itu adalah soal perspektif. Iya, Usi selalu punya perspektif atau posisi berdiri dalam melihat dan menyikapi satu realitas”.

Iya, menurut saya itu yang penting dimiliki oleh para aktivis dan politisi kita hari-hari ini. Karena agak sulit menemukan para pemangku kewajiban dan politisi, termasuk pula dikalangan aktivis yang punya perspektif yang kuat. Padahal itu adalah perkakas utama untuk turut memberikan kontribusi bagi perubahan sosial.

Dan untuk diketahui, perspektif yang memadai, hanya akan lahir atau keluar dari kapasitas dan kemampuan literasi seseorang. Jika minim literasi tak hanya membuat kosong perspektif, tapi juga mengantarkan pada kultur kewel yang menarikturunkan produktivitas.

Terima kasih Usi Mercy Barends, telah menginspirasi dan turut memastikan bahwa ada politisi otentik yang bisa dilahirkan oleh partai politik. Juga menerbitkan optimisme bahwa pemikiran dan gagasan juga bisa mendapat tempat dalam proses politik di negeri ini.

Jakarta, 14 Desember 2020

#catatanputratimur

Penulis: Ikhsan Tualeka
Editor:redaksi

Baca Juga

error: Content is protected !!