Sekilas Info

Wakasad Letjen TNI Herman Asaribab Pernah Jabat Wadan Yonif 731/Kabaresy Kodam Pattimura

satumalukuID - Indonesia Timur khususnya tanah Papua, kehilangan salah satu putra terbaiknya di jajaran militer yakni Letnan Jenderal (Letjen) TNI Herman Asaribab.

Jenderal tiga bintang alumni AKABRI (Akmil) 1988 tersebut menghembuskan nafas terakhir akibat sakit yang dideritanya pada pukul 14.30 WIB di RSPAD Gatot Subroto Jakarta, Senin (14/12).

Almarhum merupakan putra asli Papua yang lahir di Jayapura, Papua 10 Juni 1964. Ia baru saja menjabat Wakil Kepala Staf TNI AD (Wakasad) sejak 18 November 2020.

Dalam perjalanan kariernya, ternyata Letjen Herman Asaribab melejit posisinya dimulai dari Maluku, tepatnya di kawasan Waipo Masohi, Pulau Seram Maluku Tengah.

Pasalnya, sekitar akhir 1990 an, saat masih berpangkat Kapten Inf, Herman Asaribab pernah menjabat Wakil Komandan Bataliyon Infanteri (Wadan Yonif) 731/Kabaresy.

"Benar. Beliau pernah menjadi Wadanyon 731 Kabaresy. Saya juga pernah menjadi anak buahnya ketika menjadi Dandim Pontianak tahun 2019, beliau saat itu menjabat Pangdam Tanjungpura," ungkap Kapendam Pattimura, Kolonel Art Stefi Nuhujanan yang dihubungi Senin malam (14/12).

Menurut Nuhujanan, Letjen Herman Asaribab bertugas di Yonif 731 Kabaresy sekitar akhir 1990 an. Beliau pernah bersama pasukannya melakukan tugas pengamanan saat konflik di Maluku.

Dari satuan tempur Yonif 731/Kabaresy tersebut, selain Letjen Herman Asaribab yang mencapai puncak karier sebagai Wakasad atau orang nomor dua di TNI AD. Sebelumnya juga mantan Danyon 731 periode 1996-1997 yang mencapai puncak karier adalah Jenderal TNI Gatot Nurmantyo sebagai Pangkostrad, Kasad hingga Panglima TNI.

Sementara itu, usai bertugas di Maluku. Karier Herman Asaribab terus naik dan kemudian mendapat promosi jabatan sebagai Komandan Yonif 751/BS Jayapura.

Selanjutnya sesuai data wikipedia, almarhum menjabat Komandan Secaba Rindam Jaya/Jayakarta; Komandan Kodim 0505/Jakarta Timur; Pabandya 1/Mindik Paban II/Bindik Spersad (2009–2010); Komandan Brigif 20/Ima Jaya Keramo (2010—2011). Kemudian, Dirbinsen Pussenif (2011—2013); Komandan Korem 172/Praja Wirajakti (2013—2014); Pamen Mabes TNI AD (2014—2015).

Wadan Pussenif Kodiklat TNI AD (2015); Wadan Seskoad (2015); Kasdam XVII/Cenderawasih (2015—2017); Pa Sahli Tk. III Bid. Banusia Panglima TNI (2017—2018); Staf Khusus Kasad (2018—2019); Pangdam XII/Tanjungpura (2019); Pangdam XVII/Cenderawasih (2019—2020); Wakasad (2020—).

Sementara tanda jasa yang pernah diterimanya, yakni S.L. Kesetiaan VIII, XVI, XXIV; SL Bantala; Bintang KEP Pratama; dan Bintang Yudha Dharma Pratama.

Ia juga pernah bertugas dalam Operasi Timtim 1990 dan 1996 serta Operadi Satuan Tugas Rajawali Papua 2006. Sedangkan penugasan ke luar negeri yaitu ke Australia dan Filipina.

Kiprah dan prestasimu adalah kebanggaan Papua, kebanggaan Indonesia Timur. Jasa mu untuk bangsa dan negara dikenang selalu dan sudah tercatat dalam lembaran sejarah sebagai putra pertama Papua yang menjabat Wakasad.

Selamat jalan jenderal. Beristirahatlah dalam kedamaian abadi. Tuhan besertamu. (novi pinontoan)

Baca Juga

error: Content is protected !!