Sekilas Info

Tim Kuasa Hukum KAKA Temui Bawaslu Aru Adukan Sejumlah Dugaan Pelanggaran Pilkada

satumalukuID- Tim kuasa hukum pasangan calon (paslon) bupati-wakil bupati Kepulauan Aru, Timotius Kaidel - Lagani Karnaka, mendatangi kantor Bawaslu Kabupaten Kepulauan Aru. Mereka melaporkan sejumlah dugaan pelanggaran Pilkada.

Kuasa hukum paslon berakronim KAKA yang datang memberikan laporan dugaan pelanggaran Pilkada Sabtu (13/12/2020) ini yaitu dipimpin Fidel Anguarmase, didampingi Soleman Mantaiborbir, Hendra Jamlaay, Stan Suarlembit beserta sejumlah massa relawan dan pendukung. Mereka berjalan kaki.

Sejumlah dugaan pelanggaran yang dilaporkan yaitu Daftar Pemilih Tetap (DPT) Ganda, bukti rekaman pembicaraan oknum Komisioner KPU yang menggunakan kewenangannya memanggil Anggota PPK Kecamatan untuk menandatangani Hasil Pleno Kabupaten, dan video pemilih saat di TPS, menunjukan menerima 2 Formulir Model C. Pemberitahuan-KWK.

Dugaan selanjutnya yang dilaporkan yakni pencoblosan oleh orang lain yang bukan pemilih berdasarkan DPT dan atau tidak berdomisili di Kabupaten Kepulauan Aru, disertai bukti saksi dan foto KTP luar Aru.

Tak hanya itu, dugaan pelanggaran lain adalah pencoblosan oleh 1 orang atau pemilih lebih dari 1 TPS. Ini dibuktikan dengan saksi yang mengetahui oknum Ketua RT sekaligus oknum anggota KPPS, mencoblos 5 surat suara.

Ada juga dugaan pelanggaran menghilangkan hak pilih orang lain yang disertai bukti saksi, Formulir Model C. Pemberitahuan-KWK yang tidak digunakan dengan alasan yang diberikan KPPS bahwa waktu yang ditentukan telah habis.

Pelanggaran lainnya yakni dugaan money politik yang dimasukan bersama bukti rekaman suara dengan video Pengakuan Pelaku. Termasuk penggelembungan jumlah surat suara pada DPT yang dibuktikan dengan saksi dan Formulir C Hasil.

Laporan dugaan tersebut diterima Bawaslu, yang dibuktikan dengan Tanda Bukti Penyampaian Laporan No. 07/LP/PB/KAB/31.04/XII/2020, Tertanggal 12 Desember 2020.

Menanggapi laporan tim hukum KAKA, Ketua Bawaslu Aru, Amran Bugis, mengaku memberikan apresiasi kepada tim hukum KAKA yang telah datang menyampaikan laporan secara tertulis dilengkapi bukti.

Menurutnya, laporan yang disertai bukti merupakan mekanisme. Bawaslu sendiri sudah menerima laporan dan selanjutnya akan dipelajari terkait pemenuhan syarat formil atau materil.

"Apabila sudah memenuhi syarat barulah kita Register kalau belum nanti kita sampaikan apa yang perlu dilengkapi untuk diproses lebih lanjut," ungkap Amran.

Menyoal dugaan keterlibatan oknum Komisioner KPU, dirinya mengaku belum bisa menyampaikan lebih lanjut. Sebab laporannya belum dipelajari secara lengkap, termasuk bukti yang diserahkan.

"Jadi setelah laporan kita pelajari baru berproses," pungkasnya.

Amran menghimbau masa relawan maupun pendukung KAKA, agar bisa menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).

"Percayakan sepenuhnya kepada kami Bawaslu karena laporan yang disampaikan ke kita pasti diproses sesuai dengan ketentuan dan aturan yang berlaku," tandasnya.

Penulis: Husen Toisuta
Editor:redaksi

Baca Juga

error: Content is protected !!