Sekilas Info

KASUS PENGANIAYAAN

Oknum Anggota Lantamal Ambon Serang Warga Latta, Seorang Polisi Ikut Dikeroyok

Foto: satumalukuID/freepik.com Ilustrasi, marah-marah atau cepat tersulut emosi.

satumalukuID- Sejumlah oknum anggota TNI Angkatan Laut (AL) atau Lantamal IX Ambon, diduga menyerang warga Desa Latta, Kecamatan Baguala, Kota Ambon, Minggu (13/12/2020) dini hari. Beberapa warga terluka, satu diantaranya perempuan, termasuk seorang anggota polisi.

Menurut warga, oknum anggota TNI AL dalam kondisi mabuk. Sementara pihak Lantamal IX/Ambon menepisnya, dan mengaku kasus itu berawal karena anggota dikeroyok massa, sekira pukul 01.30 WIT.

"Kejadian awal itu katong (kami) pung (punya) ade-ade ada main game online di depan jalan. Sementara bermain, dua orang oknum yang mengaku anggota TNI Angkatan Laut dari arah Halong hendak menuju Passo lalu stop," kata Dewi JS, salah satu korban perempuan kepada wartawan, Minggu (13/12/2020).

Saat berhenti di depan sejumlah pemuda yang sementara bermain game online, dua anggota yang diduga dipengaruhi minuman keras itu berhenti dan menghampiri mereka.

"Itu posisinya dong (mereka/anggota) dalam keadaan mabuk, bau minuman. Tanpa tanya-tanya, seorang pemuda kemudian dicekik dari leher, lalu dapat sandar di pagar merah depan toko King, terus dapa pukul," katanya.

Melihat temannya dipukul tanpa sebab, seorang rekannya melerai. Sayangnya, pemuda yang melerai ini malah dirangkul dari belakang oleh oknum anggota TNI AL yang satunya lagi.

Baca Juga: Bentrokan Warga di Ambon Diselesaikan secara Damai Jelang Natal akan Ada Dialog dengan Tokoh Agama

"Saat itu leher korban dirangkul dari belakang sampai susah bernafas. Lalu korban membela diri dengan memukul perut oknum anggota (dengan sikut tangan), hingga rangkulannya terlepas," kata Dewi menirukan gerak pelaku merangkul dan korban berusaha melepas.

Setelah rangkulan terlepas, dua oknum anggota TNI AL tersebut kemudian diamuk massa. "Katong juga tidak tahu itu sapa, karena massa. Dong pukul sampai berdarah-berdarah," jelasnya.

Saat itu, seorang oknum anggota TNI AL lainnya berhasil kabur. Dia diduga menuju Markas Lantamal IX/Ambon. Sementara temannya berhasil diinterogasi warga. Dia dimintai identitasnya.

"Ini (kamu) siapa. Lalu dia (anggota TNI AL) bilang beta tinggal di Angkatan Laut RT 2. Kemudian ditanya identitas mana, dia bilang ketinggalan. Kalau dia punya teman yang satunya sudah lari ke Angkatan Laut (Lantamal Ambon) untuk panggil massa," jelasnya.

Usai ditanya-tanya, oknum tersebut kemudian duduk dan mengeluarkan handphone-nya. Dia tampak menghubungi seseorang. Benar saja, tak berselang lama, sekitar enam orang lelaki yang juga mengaku anggota TNI AL datang. Mereka melakukan penganiayaan secara membabi buta tanpa bertanya terlebih dahulu.

"Enam orang datang dengan tiga sepeda motor, baku gonceng (berboncengan). Sampe di muka tempat kejadian awal, dong seng (tidak) pake tanya banya lai, langsung pukul seng pandang bulu itu orang tua, anak-anak, perempuan ka laki-laki. Beta saja dapa tandang. Beta punya kakak laki laki dikeroyok oleh enam anggota yang mengaku TNI AL ini," kisah Dewi.

Melihat kakaknya dikeroyok, Dewi berteriak dan meminta enam oknum tersebut agar menghentikannya. Sebab, kakaknya tidak tahu menahu dengan kejadian itu.

"Saat beta berteriak lalu ada anggota yang mengaku Pattipeilohy balik dan menendang beta kena leher. Beta leher ada sakit karena bengkak," kata Dewi memegang lehernya.

Selain ditendang, Dewi mengaku oknum itu juga nyaris menghajarnya menggunakan kayu. Beruntung ada suaminya yang bergegas datang melerainya.

Tak hanya itu, seorang warga Halong yang melintas dengan mobil bersama istrinya juga dianiaya. Padahal, saat itu dia berhenti karena ramai dan sempat bertanya terkait keramaian tersebut.

"Saat itu dia dengar orang Halong dapa pukul. Lalu dia berhenti untuk memastikan orang Halong sapa yang dapa pukul. Saat turun dari mobil dia malah dikereyokok hingga robek di telinga. Saat itu anggota yang bilang Pattipeilohy mengaku biar kamong 20 orang lawan beta sandiri, beta tidak akan lari," jelasnya.

Selang waktu berlalu, melintas seorang anggota polisi berseragam dinas sambil menggunakan motor dinas Polri. Melewati Tempat Kejadian Perkara (TKP), anggota polisi ini melihat keramaian. Dia kemudian berhenti dan memarkirkan tunggangannya di tepian jalan.

"Saat itu dia turun dan bilang jangan berkelahi-jangan berkelahi. Lalu dong (anggota TNI AL) bilang ose sapa, lalu anggota itu bilang beta polisi," terangnya.

Mirisnya, oknum anggota TNI AL yang sudah mengetahui anggota tersebut adalah polisi, mereka malah menjadi-jadi. Mereka mengeroyok anggota polisi tersebut.

"Dong bakupukul sampe jaket anggota polisi robek. Seng mungkin satu lawan enam. Dia (polisi) lalu lari sampe sepatunya tertinggal," ungkapnya.

Tak sampai di situ saja, oknum anggota TNI AL yang mengaku bermarga Pattipeilohy tersebut kembali mengamuk dengan mencabut sejumlah pohon Natal di tepian jalan milik jemaat Latta.

"Beta sempat ambil video untuk kasih barang bukti. Karena beta sudah dapa pukul beta sakit hati. Lalu dia lihat beta ambil gambar lalu dia berteriak we anj**g jangan ambil beta gambar. Lalu dia lempar beta dan beta lari tabrak ketua RT sampe katong dua jatuh taguling-guling," katanya kesal.

"Tidak lama sejumlah anggota polisi datang. Lalu baku bawa kasus ini untuk diproses dan laporannya sudah disampaikan di POM (TNI AL)," tandasnya.

Terpisah, Kapolresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease Kombes Pol. Leo Surya Nugraha Simatupang, membenarkan peristiwa itu. Namun dirinya mengaku kasus tersebut sudah ditangani POM Angkatan Laut (Pomal).

"Penanganannya di Pomal, silahkan konfirmasi langsung ke Lanal (Pangkalan TNI Angkatan Laut)," pinta Simatupang kepada satumaluku.id melalui selulernya.

Menyoal seorang anggota polisi yang ikut menjadi korban dalam kasus itu, orang nomor 1 Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease ini mengaku sudah diselesaikan.

"Untuk anggota Polri tidak ada permasalahan," tandasnya.

Sementara itu, Pgs Kadispen Lantamal lX/Ambon, Mayor Laut Sumarno, mengaku, peristiwa itu berawal saat dua anggota TNI AL saling berboncengan. Melintas TKP, mereka ditegur.

"Ada dua orang anggota kita, malam sekitar jam 1 (dini hari), begitu mau pulang ada diteriakin lah di daerah itu. Terus anggota baru turun dia, tanya ada apa," ungkapnya saat dihubungi satumaluku.id melalui telepon genggamnya.

Saat bertanya, lanjut Sumarno, terjadilah pengeroyokan. Karena tidak imbang, seorang anggota berhasil melarikan diri. Sementara temannya dihajar babak belur.

"Lalu terjadi pengeroyokan lah, karena cukup banyak. Karena tidak imbang, satu orang melarikan diri. Yang satu itu konyol, dipukul, dihajar orang rame lah, sampai hidungnya patah, luka di bawah mata, luka di kepala, tangan, kaki dan wajah," ujarnya.

Rekannya yang berhasil keluar dari pengeroyokan datang ke Lantamal Ambon. Maksudnya dirinya ingin memberitahukan untuk menyelamatkan temannya di sana.

"Nah yang satu ini kembali ke Lantamal maksudnya untuk menyelamatkan kawan yang satu itu. Di sana mau ambil sepeda motor, dompet ada. Nah yang satu yang dikeroyok itu tidak dapat (dompet) sampai sekarang. Informasinya ada uangnya sekitar Rp.4 juta," jelasnya.

Kedua korban, lanjut Sumarno hingga saat ini mereka masih dirawat intensif di UGD Rumah Sakit TNI Angkatan Laut Dr.FX. Suhardjo.

"Sampai sekarang mereka masih dirawat di rumah sakit kita di UGD," sebutnya.

Menurut warga kedua oknum anggota tersebut dalam pengaruh minuman keras, dibantah oleh Sumarno. "Tidak lah, itu anggota baru-baru," tepisnya.

Juru bicara Lantamal IX/Ambon ini mengaku kasus tersebut kini sedang ditangani POM AL, bersama Polsek Baguala. Selain itu, pihaknya juga sudah melakukan mediasi dengan masyarakat, dan tokoh agama.

"Permasalahan itu juga sudah ditangani sama Pomal, sama Polsek Baguala. Kita juga sudah mediasi ke sana, tokoh masyarakat, ke pendeta, berkaitan permasalahan ini. Intinya jangan sampai ada kejadian berikutnya, jangan sampai kita lewat sana diganggu. Kita istilahnya cari jalan terbaiknya lah. Nanti perkembangannya seperti apa akan kita sampaikan," tandasnya.

Penulis: Husen Toisuta
Editor:Embong

Baca Juga

error: Content is protected !!