Sekilas Info

Koruptor Anggaran LKS Dinas Pendidikan Maluku Dibekuk di Jakarta Barat

satumalukuID/Istimewa Ilustrasi tahanan

satumalukuID- Pelarian Louisa Corputy, koruptor anggaran kegiatan Lomba Kompetensi Siswa (LKS) di Dinas Pendidikan Provinsi Maluku, akhirnya berakhir di Jakarta Barat, Rabu (8/12/2020).

Tiga tahun sudah, Corputy yang meraup uang negara sebesar Rp.779.834.000, menjadi buronan penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku. Dia tercatat dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) sejak tahun 2017 silam.

Berdasarkan informasi yang diterima satumaluku.id, penangkapan terhadap wanita 65 tahun itu dilakukan berkat kerjasama tim Intelijen Kejaksaan Agung RI dengan Kejati Maluku. Dia disergap saat berada di Lantai 11 Apartemen Menara Kebon Jeruk Lantai Jakarta Barat, sekira pukul 17.45 WIB.

"Besok jam 07.00 WIT direncanakan DPO tiba di bandar udara Pattimura Ambon, langsung menuju Kantor Kejati sebelum dieksekusi seperti biasanya," kata Kasipenkum Kejati Maluku Samy Sapulette kepada wartawan, Kamis malam (10/12/2020).

Corputy sendiri ditangkap berdasarkan Surat Putusan Mahkamah Agung RI Nomor: 1490 K/PID.SUS/2016 tanggal 23 Januari 2017. Dia ditangkap dalam perkara Tindak Pidana Korupsi Kegiatan LKS pada Dinas Pendidikan Provinsi Maluku.

Kasus yang terjadi pada tahun anggaran 2009 dan 2010 itu menelan kerugian negara sebesar Rp.779.834.000.

Terpidana sendiri divonis 5 tahun penjara, denda Rp.200 juta, subsider 6 bulan kurungan, dan membayar uang pengganti senilai Rp.679.834.000, dengan ketentuan apabila tidak dibayar, maka diganti dengan pidana penjara 2 tahun.

Penulis: Husen Toisuta
Editor:redaksi

Baca Juga

error: Content is protected !!