Sekilas Info

Ketua Bawaslu Maluku Abdullah Ely: Saya Belum Diganti

satumalukuID- Pergantian Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Maluku, Abdullah Ely, ternyata tidak seperti diberitakan salah satu media online di Maluku.

Ketua Bawaslu Maluku Abdullah Ely yang dihubungi satumaluku.id, melalui telepon genggamnya membantah informasi mengenai pergantian dirinya.

Abdullah tidak mengelak, bahwa ada rapat pleno pembahasan terkait beberapa tudingan terhadap dirinya. Rapat itu berlangsung di Kota Ambon, Senin (7/12/2020).

"Rapat pleno di Ambon, bukan di Jakarta seperti disampaikan dalam berita itu. Dan saat ini saya masih menjabat sebagai Ketua Bawaslu Maluku," kata Abdullah, Kamis malam (10/12/2020).

Dia mengaku, berita acara rapat pleno sudah dikirim sore harinya usai rapat dilaksanakan. Kini, pihaknya sedang menunggu Keputusan Bawaslu RI.

"Berita acara hasil rapat pleno sudah dikirim ke Bawaslu RI yang nantinya akan memberikan keputusan terhadap hasil berita acara rapat pleno," terangnya.

Abdullah mengaku di hari yang sama dirinya juga sudah melayangkan klarifikasi sejumlah poin yang dituduhkan kepadanya. Klarifikasi dilakukan dilampiri dengan bukti-bukti seperti copyan surat, cupture komunikasi pada WA grup dan beberapa rekaman.

"Ada dugaan-dugaan pelanggaran yang disangkakan ke beta. Beta juga sudah klarifikasi ke Bawaslu RI. Jadi setiap poin itu beta klarifikasi didukung dengan bukti-bukti. Jadi dimulai dengan copyan surat, cupture komunikasi pada WA grup dan sebagainya, sebagai bukti, termasuk juga rekaman-rekaman yang beta lampirkan. Itu semua dengan maksud menjawab apa yang dituduhkan ke beta," paparnya.

Lebih lanjut dia katakan, dari delapan poin yang disangkakan kepadanya, hanya ada enam poin yang diklarifikasi. Sementara dua sisanya hanya mengenai keinginan untuk melakukan proses refreshing atau penyegaran pimpinan.

"Enam poin saja yang membutuhkan klarifikasi. Sementara dua poin yang lain itu mengenai keinginan untuk melakukan proses refreshing atau penyegaran pimpinan," sebutnya.

Hingga saat ini, tambah Abdullah, pihaknya sedang menunggu keputusan Bawaslu RI, mengenai hasil dari rapat pleno yang dipimpinnya tersebut.

"Sampai saat ini beta masih ketua, dan katong masih menunggu keputusan dari Bawaslu RI. Apapun keputusan katong (kami) hargai," tandasnya.

Penulis: Husen Toisuta
Editor:redaksi

Baca Juga

error: Content is protected !!