Sekilas Info

LAWAN COVID-19

Tak Pakai Masker Pengendara Motor di Ambon Dihukum Push Up

satumalukuID/Husen Toisuta Seorang pengendara sepeda motor di Kota Ambon tampak push up sebagai sanki karena tidak pakai masker, Sabtu (5/12/2020).

satumalukuID- Seorang pemuda yang mengendarai sepeda motor, harus menerima sanksi Push Up dari petugas Satgas Covid-19. Dia tidak menggunakan masker saat melewati Jalan Pattimura, Kota Ambon, Sabtu (5/12/2020).

Pemerintah Kota Ambon terus melakukan operasi Yustisi penegakan pelanggaran protokol kesehatan. Tujuannya untuk mencegah penyebaran Covid-19 di Ibukota Provinsi Maluku.

Pantauan satumaluku.id, sejumlah warga terlihat tidak memakai masker saat beraktivitas di luar rumah. Ada juga yang belum menaati aturan batas angkut penumpang yaitu sebesar 50%.

Operasi Yustisi melibatkan tim gabungan. Yaitu Pemerintah Kota Ambon, Satpol Pp, TNI dan Polri. Dalam pelaksanaan operasi di tahapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Transisi 10 ini, cukup banyak ditemukan pelanggaran.

Beberapa pelanggaran yang dominan dilakukan yaitu tidak menggunakan masker, pemakaian masker yang tidak tepat atau masker hanya menutup mulut dan berada di bawah dagu (tidak menutup hidung dan mulut).

Pandangan pelanggaran lainnya yaitu kapasitas angkutan hanya 50%. Pelanggaran ini umumnya terjadi pada kendaraan sepeda motor yaitu berboncengan tiga orang. Satu diantaranya anak kecil. Kemudian penumpang becak dibolehkan hanya mengangkut seorang penumpang, serta mobil penumpang.

Atas pelanggaran itu, petugas umumnya memberikan nasehat atau penjelasan tentang pentingnya penerapan protokol kesehatan untuk mencegah Covid-19. Warga kerap diingatkan untuk tidak kendor memakai masker, mencuci tangan pakai sabun di air yang mengalir dan menjaga jarak dari kerumunan orang.

Khusus untuk para pemuda yang tidak menggunakan masker, umumnya mereka disuruh Push Up. Dan tampak seorang pemuda diminta Push Up. Harapannya tidak terulangi.

"Yang disuruh Push Up itu karena dia tidak pakai masker. Tapi kalau dia tidak mau, maka dia harus bayar denda," kata seorang petugas Satgas Covid-19 Kota Ambon kepada satumaluku.id.

Penulis: Husen Toisuta
Editor:redaksi

Baca Juga

error: Content is protected !!