Sekilas Info

Meski Tertekan Kondisi Covid-19 Tapi Ekspor dari Maluku Masih Meningkat

satumalukuID/Istimewa Pertemuan Tahunan Bank Indonesia yang berlangsung serentak di seluruh daerah, termasuk di Kota Ambon, kamis (3/12/2020), mengusung tema Sinergi Untuk Membangun Optimisme Pemulihan Ekonomi.

satumalukuID - Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku Indonesia Provinsi Maluku Noviarsano Manullang menyampaikan kondisi pertumbuhan ekonomi Maluku masih tertekan kondisi Covid-19. Pada triwulan III 2020 ekonomi Maluku terkontraksi sebesar 2,28% (year on year/yoy). Tapi jika dibandingkan dengan kondisi nasional yang kontraksi mengalami 3,49 persen, di Maluku ini kondisinya masih lebih baik. 

“Meski di tengah tekanan Covid-19 tersebut, ekspor Maluku masih meningkat terutama komoditas udang segar ke Tiongkok, serta ikan segar ke Amerika Serikat dan Asia. Dari sisi inflasi, kondisi di Maluku masih rendah dan terkendali, pada November 2020 sebesar 0,66% (yoy),” ungkap Noviarsano.

Pernyataan tersebut disampaikan Noviarsano, saat berbicara pada Pertemuan Tahunan Bank Indonesia, yang dilakukan serentak di seluruh Indonesia dengan dibuka oleh Gubernur Bank Indonesia di Jakarta, dilanjutkan dilanjutkan paparan BI perwakian masing-masing provinsi, yang untuk Maluku digelar di Kota Ambon, Kamis (3/12/2020).

Menurut dia, kontraksi pertumbuhan ekonomi Maluku pada triwulan III, utamanya terjadi di lapangan usaha diantaranya pertanian, perikanan, perdagangan dan transportasi. 

Dari sisi permintaan, lanjut dia, kontraksi pertumbuhan ekonomi Maluku disebabkan kontraksi konsumsi rumah tangga. Selain itu, investasi disebabkan terkendalanya beberapa proyek infrastruktur akibat Covid-19.

Sedangkan untuk inflasi, Noviarsano sebutkan, Maluku pada November 2020 rendah dan terkendali sebesar 0,66 persen. Namun masih berada di bawah sasaran Inflasi. 

Rendahnya inflasi Maluku, kata Noviarsani disebabkan rendahnya daya beli masyarakat pada masa pandemi Covid-19.

"Rendahnya Inflasi Maluku disebabkan permintaan masyarakat yang masih terbatas saat pandemi, dan Inflasi Maluku masih berada di bawah sasaran inflasi," baginya. 

Berkaitan dengan hal ini, lanjut Noviarsani, Bank Indonesia Maluku akan selalu berusaha bersinergi dengan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Maluku, Kabupaten/Kota secara rutin untuk menerapkan ketersediaan pasokan, keterjangkauan harga, kelancaran distribusi dan komunikasi yang efektif, dalam rangka pengendalian harga terutama menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional. 

Dari sektor UMKM, dia menuturkan, Bank Indonesia secara rutin setiap bulan menggelar pelatihan dalam bentuk webinar dengan topik dan tema terkait menciptakan UMKM yang tangguh di masa pandemi. 

Bank Indonesia juga, tambah dia, turut mendorong pemasaran UMKM melalui kegiatan Karya Kreatif Indonesia (KKI) Virtual secara ber seri untuk mendorong promosi produk UMKM di seluruh Indonesia. 

“Selain kegiatan KKI juga terdapat kegiatan Indonesia Sharia Economy Festival (ISEF) yang juga mempromosikan beragam produk UMKM khususnya yang masuk ke dalam kategori produk sharia,” ungkapnya.

Dia mengakui, kedepan kinerja ekonomi Maluku pada tahun 2021 diperkirakan akan lebih baik dibandingkan dengan kondisi tahun 2020. Perbaikan ini diperkirakan ditopang oleh konsumsi rumah tangga, konsumsi pemerintah dan investasi seiring dengan kembalinya aktivitas ekonomi dengan hadirnya vaksin. 

“Selain itu komoditas ekspor juga diperkirakan akan tetap tinggi didukung oleh pulihnya permintaan pasar luar negeri,” pungkasnya.

Penulis: Tiara Salampessy
Editor:redaksi

Baca Juga

error: Content is protected !!