Sekilas Info

Olivia Salampessy Latuconsina, Wawali Perempuan Pertama Kota Ambon, Kini Wakil Ketua Komnas Perempuan RI

Dra Olivia Chadidjah Salampessy Latuconsina MP. Biasa disapa ibu Oliv. Namanya sudah tidak asing di Ambon Maluku. Seabrek aktifitas dan prestasinya baik formal maupun informal, membuatnya populer di berbagai kalangan terutama para aktifitas perempuan dan pengusaha.

Olivia lahir di Makassar 16 Oktober 1968. Adalah putri dari mantan Ketua Bappeda Maluku almarhum Gawi Salampessy dan menikah dengan Ris Latuconsina.

Meskipun lahir di luar Ambon. Namun Olivia mulai bersekolah di kota asalnya yakni pada TK Aisiyah Ambon tahun 1974. Kemudian SD Negeri Teladan Ambon lulus tahun 1980. Dilanjutkan di SMP Negeri 3 Ambon lulus tahun 1983. Ia melanjutkan pendidikan pada SMA Negeri 1 Malang lulus tahun 1986. Selanjutnya menempuh pendidikan S1 di FISIP Jurusan Hubungan Internasional Universitas Jayabaya Jakarta lulus tahun 1991 (lulusan terbaik waktu itu). Setelah itu menempuh S2 Manajemen Pembangunan Daerah (MPD) Sekolah Pascasarjana IPB lulus tahun 2010.

Sedangkan pendidikan non formal yang pernah ditempuhnya yakni: Young Ambassador for Peace, Canberra Australia tahun 2001, Sekolah Pengembangan Pribadi, Jhon Robert Powers Jakarta tahun 1991 dan English Course La Trobe University, Melbourne Australia tahun 1990.

Selain aktifis LSM, perempuan, dan pengusaha (Dirut PT Rila Karya Perkasa), organisasi bisnis jasa dan konstruksi. Olivia juga sempat aktif di dunia politik bersama Partai Golkar. Kariernya di dunia politik mengantarnya menjadi Wakil Walikota Ambon periode 2006-2011. Saat itu berduet dengan Dr M.J. Papilaja MS sebagai walikota.

Kesuksesannya itu, membuat Olivia tercatat dalam sejarah pemerintahan Kota Ambon sebagai wakil walikota perempuan pertama hingga saat ini.

Saat menjabat Wawali Ambon, Olivia menjadi Pelopor partisipasi aktif perempuan Maluku di Musrembang dari tingkat Desa hingga Provinsi. Pada tahun 2009 dianugerahi Manggala Karya Kencana dari Kepala BKKBN RI.

Tahun 2010 mendapatkan Rekor MURI untuk Kunjungan Ke Rumah Warga Terbanyak 5000 rumah Ambon Bebas Narkoba. Pada saat konflik Ambon, sebagai Duta Perdamaian, Young Ambassador For Peace mewakili komunitas muslim di Canberra Australia.

Sebagai aktivis organisasi, ia juga menjadi Ketua Forum Pemberdayaan Perempuan Indonesia Provinsi Maluku dan Ketua Kaukus Perempuan Politik Indonesia Provinsi Maluku. Juga sebagai salah satu Perempuan Penyair Maluku. Beberapa puisi telah dibukukan oleh Kantor Bahasa Maluku, dalam Antologi Puisi Rahim Perempuan Enam Perempuan Penyair Maluku dan Antologi Puisi Penyair Maluku Tana Putus Pusa.

Perhatian dan peduli terhadap ketidakadilan yang selama ini dialami para perempuan di wilayah kepulauan khususnya Indonesia Bagian Timur, menjadikannya tertarik pada politik, pendidikan dan kesetaraan bagi pempuan Indonesia tanpa terhalang oleh wilayah, suku, budaya dan agama.

Jiwa aktifisnya membuatnya selalu ingin mengabdi untuk kepentingan Maluku di aras nasional. Cita-citanya terwujud. Ini setelah dia terpilih menjadi salah satu Komisioner pada Komisi Nasional (Komnas) Anti Kekerasan Terhadap Perempuan atau Komnas Perempuan periode 2020-2024. Olivia menjabat Wakil Ketua di Komnas tersebut bersama Mariana Amirudin serta ketua nya Andy Yentriany.

"Pilihan untuk mengabdi di Komnas Perempuan, karena tidak ingin berhenti bekerja guna kepentingan perempuan setelah gagal dalam Pemilu 2019. Selain juga ingin memberi warna lain di kancah nasional dengan keterlibatan perempuan Maluku yang berada di timur Indonesia," ungkapnya kepada satumaluku.id di Ambon, Senin (01/12/2020).

Olivia menambahkan, dirinya sangat bersyukur bisa mewakili komunitas perempuan Ambon Maluku berkiprah di level nasional.

"Beta bersyukur. Bisa melewati proses seleksi dari 138 orang yang mendaftar akhirnya lolos di urutan ke 5 dari 15 komisioner yang terpilih," ungkapnya.

Sukses terus ya ibu Ovi. Tunjukanlah bahwa perjuangan Martha Christina Tiahahu dan Monia Latuarima tidak padam dan akan terus dilanjutkan generasi penerus Maluku. (novi pinontoan)

Baca Juga

error: Content is protected !!