Sekilas Info

LPSK RI Minta Bantuan Polda Maluku Monitoring Dua Korban TPPO Asal Seram Barat

satumalukuID/Istimewa

satumalukuID- Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) Republik Indonesia (RI), meminta bantuan Polda Maluku agar bisa memonitoring dua orang korban kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) asal Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB).

Permintaan bantuan itu disampaikan langsung oleh Wakil Ketua LPSK RI, Antonius PS Wibowo, kepada Wakapolda Maluku Brigjen Pol. Jan de Fretes di ruang kerja Kapolda Maluku di Kota Ambon, Kamis (3/12/2020).

Dalam pertemuan itu Wakapolda Maluku didampingi Direktur Reserse Narkoba, Reserse Kriminal Khusus, Polairud dan Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum.

Antonius menyampaikan ucapan terima kasih kepada Wakapolda Maluku dan jajaran karena telah diberikan kesempatan untuk bisa menjalin silaturahmi.

Selain itu, kata Antonius, kedatangan pihaknya juga untuk menjalin hubungan kerjasama dengan Polda Maluku. Sebab, saat ini mereka sedang menangani kasus dugaan TPPO. Kasus ini merugikan 17 orang korban. Dua diantaranya warga Maluku.

"Dua dari tujuh belas orang korban berdomisili di Kabupaten Seram Bagian Barat," kata Antonius.

Olehnya itu, Antonius sekaligus meminta bantuan Polda Maluku untuk melakukan monitoring terhadap keberadaan kedua orang korban dimaksud.

"Monitoring dilakukan agar apabila kedua orang korban ini pada waktunya dibutuhkan untuk menghadiri persidangan akan mudah dihubungi," pintanya.

Sementara itu, Wakapolda Maluku Jan de Fretes, yang mewakili Kapolda Maluku Irjen Pol. Refdi Andri, menyampaikan ucapan selamat datang kepada Antonius beserta staf LPSK RI di Markas Komando Polda Maluku di Kota Ambon.

Jan de Fretes mengaku akan membantu LPSK RI, sebab Polda  Maluku juga berkomitmen terkait persoalan tersebut.

"Kita siap membantu LPSK RI kalau ada kendala-kendala yang dihadapi di wilayah Maluku," ujarnya.

Penulis: Husen Toisuta
Editor:redaksi

Baca Juga

error: Content is protected !!