Sekilas Info

Demi Covid-19 Anggaran HIV-AIDS di Maluku Dipangkas Habis

foto ilustrasi

satumalukuID- Anggaran penanganan HIV-AIDS tahun 2020 pada Dinas Kesehatan Provinsi Maluku dipangkas habis tak tersisa. Semuanya dialihkan hanya untuk menangani Covid-19. Padahal, kedua virus ini sama-sama mematikan dan telah membunuh jutaan orang di dunia.

Peralihan anggaran HIV-AIDS baik yang bersumber dari APBD maupun APBN tahun 2020, terungkap dari penjelasan Hengki Birahy, Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Menular, Dinas Kesehatan Provinsi Maluku.

Menurutnya, Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) terkait penanganan HIV-AIDS tahun 2020 sebesar Rp.130 juta. Sedangkan untuk Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) berjumlah Rp.200 juta.

"Untuk anggaran tahun ini kita dapat 130 juta dari APBD, itu pun dipotong habis karena Covid, dipangkas habis. Sedangkan kita dapat dana 200 juta lagi dari APBN itu juga dipangkas habis," ungkap Hendri Birahy saat peringatan Hari AIDS Sedunia yang digelar di Aula Kantor Dinkes Provinsi Maluku, Kota Ambon, Selasa (1/12/2020).

Akibat dialihkan, maka kegiatan-kegiatan yang sudah direncanakan seperti sosialiasi HIV-AIDS dan penanganan kasus itu untuk tahun ini tidak berjalan.

"Jadi di tahun ini untuk APBD maupun APBD untuk program AIDS itu habis. Tahun depan kita ada minta lagi untuk APBD itu 150 juta, untuk APBN itu 200 juta, untuk (dilakukan) kegiatan-kegiatan di provinsi," jelasnya.

Dia menyebutkan sejauh ini pihaknya telah banyak mengedukasi dan memberikan penyuluhan kepada masyarakat. Terutama terkait stigmatisasi terhadap Orang Dengan HIV-AIDS (ODHA).

"Kita punya layanan sampai di Puskesmas dan terbagi per wilayah. Selain itu juga dibekali dengan edukasi-edukasi tentang AIDS. Jangan membuat stigma terhadap ODHA," pintanya.

Penulis: Husen Toisuta
Editor:redaksi

Baca Juga

error: Content is protected !!