Sekilas Info

Kejati Maluku Tunggu Hasil Audit Kasus Korupsi Lahan PLTMG Namlea

satumalukuID- Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku masih menunggu hasil audit kerugian negara terkait kasus dugaan korupsi pengadaan lahan PLTMG di Namlea, Kabupaten Buru.

Audit kerugian negara kasus yang pernah ditetapkan sebelumnya sebesar Rp.6,3 miliar ini dilakukan oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangu­nan (BPKP) Perwakilan Ma­luku.

“Hasil audit penghitungan kerugian keuangan negara belum ada,” kata Kasi Penkum Kejati Maluku, Samy Sapulette di Ambon, Senin (30/11/2020).

Samy mengaku pihaknya saat ini hanya menunggu hasil audit dari BPKP Perwakilan Maluku.

“Kita selaku penyidik tentu kita sifatnya menunggu saja hasil audit perkara tersebut,” ujarnya.

Untuk diketahui, kasus dugaan korupsi pengadaan lahan pembangunan PLTMG di Namlea, sempat menjerat dua tersangka yaitu Ferry Tanaya dan Abdul Gafur Laitupa.

Penetapan dua tersangka oleh penyidik Kejati Maluku itu dibatalkan hakim tunggal saat berlangsungnya sidang praperadilan di Pengadilan Tipikor Ambon, Kamis (24/9/2020) lalu.

Sehari pasca penetapan tersangka Ferry Tanaya dinyatakan tidak sah oleh hakim tunggal Rahmat Selang, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku, langsung melakukan penyidikan ulang.

Penyidikan ulang dilakukan berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Nomor Print-04/Q.1/Fd.2/09/2020, Jumat (25/9/2020).

Penulis: Husen Toisuta
Editor:redaksi

Baca Juga

error: Content is protected !!