Sekilas Info

Tiga Pegawai Pakai Narkoba, Kakanwil Kemenkumham Maluku Minta Polisi Usut Tuntas

satumalukuID/Istimewa Ilustrasi tahanan

satumalukuID- Tiga pegawai di jajaran Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Provinsi Maluku, ditangkap aparat Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Maluku. Kepala Kanwil Kemenkum Maluku, Andi Nurka, meminta polisi untuk mengusutnya hingga tuntas.

Ketiga pegawai di jajaran Kemenkumham Maluku yang kini diamankan polisi yaitu BBS alias Uner, pegawai Kantor Imigrasi Klas I Ambon, AFH alias Is, pegawai Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara (Rupbasan) Klas I Ambon, dan OS alias Man, pegawai Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Ambon.

Selain tiga pegawai Kantor Imigrasi, Rupbasan dan Bapas Ambon, tim pemberantasan narkoba Polda Maluku ini juga menangkap seorang mantan Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Daerah berinisial IS alias Istu.

Keempat pelaku narkoba ini disergap di sejumlah lokasi berbeda di Kota Ambon, pada Sabtu (28/11/2020). Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak Ditresnarkoba Polda Maluku.

"Penyidik mengamankan tiga pegawai jajaran Kemenkumham yaitu BBS, AFH dan OS. Dari ketiganya barulah tim menuju Arbes (Batu Merah) dan mengamankan IS," kata sumber kepada satumaluku.id.

Penangkapan terhadap tiga pegawai di jajaran Kanwil Kemenkumham itu dibenarkan Kepala Kanwil Kemenkumham Maluku, Andi Nurka.

"Memang betul ada penangkapan. Jadi harus tetap diproses hukum," pinta Andi yang dihubungi satumaluku.id via selulernya, Senin (30/11/2020).

Andi mengaku, para pelaku ini merupakan eks bertugas di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIA Ambon. Setelah ditemukan adanya indikasi kuat mengarah ke penggunaan narkoba, mereka kemudian dipindahkan ke tempat yang tidak bersentuhan dengan narapidana atau warga binaan (Imigrasi, Rupbasan dan Bapas).

"Mereka ini dipindahkan sudah setahun yang lalu (2019). Mereka dipindahkan karena bisikan dari warga binaan dan banyak teman, makanya beta kasih pindah. Ternyata masih berbuat seperti itu lagi," tegasnya.

Andi mengaku sudah melakukan tindakan preventif berupa memindahkan mereka. Harapan tiga anak buahnya tersebut bisa berubah.

"Tapi mereka masih melakukan (pakai narkoba) dengan individu masing-masing. Saya mendukung proses hukum. Setelah di polisi nanti baru dari kami lagi," tegasnya.

Baca Juga

error: Content is protected !!