Sekilas Info

Identitas Mayat Tergantung di Leahari Ambon Ternyata Tukang Ojek dari Kawasan Lateri

Penemuan mayat tak dikenal tergantung di atas pohon tepian pantai Tanjung Hihar, Negeri Leahari, Kecamatan Leitimur Selatan, Kota Ambon, Minggu (29/11/2020).

satumalukuID- Sesosok mayat tak dikenal yang ditemukan tergantung dengan seutas tali nilon melilit leher, akhirnya diketahui identitasnya.

Pria yang ditemukan dengan kondisi membusuk itu adalah Thomas Palyama warga RT 02 RW 05 Kelurahan Lateri, Kecamatan Baguala, Kota Ambon. Namun, penyebab kematian naas itu belum diketahui.

Kasubbag Humas Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, Ipda Izaac Leatemia mengaku penemuan mayat diketahui setelah keluarga korban mendatangi pihaknya.

"Tadi ada keluarga yang datang ke sini (Mapolresta Ambon). Korban bernama Thomas Palyama berusia 34 tahun. Pekerjaan Ojek," kata Leatemia kepada satumaluku.id melalui telepon genggamnya, Senin (30/11/2020).

Meski sudah ditemukan, namun Leatemia mengaku belum mengetahui penyebab kematian almarhum.

"Kita belum bisa berasumsi. Intinya masih dalam penyelidikan," tambahnya.

Dia menyebutkan, jenasah almarhum akan di otopsi. Ini dilakukan untuk mengetahui pasti penyebab kematiannya.

"Rencananya akan di otopsi. Tapi dilakukan kapan saya belum tahu, dan akan kami sampaikan lebih lanjut," tandasnya.

Untuk diketahui, sesosok mayat diduga berjenis kelamin laki-laki ditemukan warga tergantung di atas pohon yang berada di tepian pantai Tanjung Hihar, Negeri Leahari, Kecamatan Leitimur Selatan, Kota Ambon, Minggu (29/11/2020) sekira pukul 11.00 WIT.

"Iya ada penemuan mayat. Tapi identitasnya belum diketahui. Mayat yang ditemukan juga sudah busuk, wajahnya sudah tinggal tengkorak. Kayaknya berjenis kelamin laki-laki, rambutnya pendek," ungkap Kapolsek Leitimur Selatan, Iptu Yabez Payung kepada satumaluku.id via selulernya, Minggu malam.

Mayat itu, tambah Yabes ditemukan pertama kali oleh Jastin Matitaputty, warga setempat. Kala itu, Jastin hendak mencari kayu untuk memperbaiki dapur rumahnya.

"Jastin awalnya mencium bau yang diduga bangkai binatang, padahal manusia tagantong di pohon kayu. Saya tidak tahu nama pohon kayu itu tapi pohon itu warna putih," terangnya.

Saat ditemukan, mayat yang tampak mulai berwujud tengkorak dan mengeluarkan bau menyengat tersebut kemudian dilaporkan kepada pihak kepolisian. Penemuan itu juga sontak menggemparkan warga sekitar. Sayangnya, warga setempat tidak ada yang mengenal almarhum.

"Mayat itu berada sekitar 1 km dari Negeri Leahari dan Negeri Hukurila sekitar 1 km. Di situ seng ada orang. Daerah itu sunyi," jelasnya.

Yabes menduga, mayat yang ditemukan merupakan warga di luar wilayah Kecamatan Leitimur Selatan. Sebab, selain tidak dikenal warga setempat, polisi juga mengamankan sejumlah alat pancing, diduga milik almarhum.

"Mungkin dia mau pi mangael (pancing ikan) atau bagaimana. Jenazah memakai baju sweeter warna abu-abu. Baju dalam juga warna abu-abu. Dia pakai celana cokelat yang ada sak-sak (kantong celana), serta memakai sepatu tactical seperti orang-orang perusahaan," tandasnya.

Baca Juga

error: Content is protected !!