Sekilas Info

Perdana Sambangi Aru Ini yang Dilakukan Kapolda Maluku Ciptakan Pilkada Aman

satumalukuID/Istimewa Kapolda Maluku Irjen Pol. Refdi Andri, saat menyambangi Markas TNI AD Kompi 734/SNS Kepulauan Aru, Minggu (29/11/2020).

satumalukuID- Sejak mengemban jabatan sebagai Kapolda Maluku, Irjen Pol. Refdi Andri untuk pertama kali melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Kepulauan Aru. Kehadirannya melihat kesiapan dan mengarahkan personel untuk mengamankan Pilkada tahun 2020.

Orang nomor 1 Polda Maluku ini datang ke Kabupaten berjuluk Jargaria itu tidak sendiri. Dia didampingi Karo Ops, Kombes Pol. Antonius Wantri Yulianto, Direktur Intelkam, Kombes Pol Yosef Sriyono, dan Kabid Dokkes Polda Maluku Kombes Pol. Agung Widodo.

Sejak berangkat Sabtu (28/11/2020), hingga Minggu (29/11/2020) hari ini, Refdi Andri melaksanakan sejumlah pertemuan. Diantaranya bersama Pemerintah Daerah dan personel Polri di Polres Kepulauan Aru, Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) setempat. Sementara hari ini, Kapolda juga menyambangi Markas TNI Kompi 734 SNS Kepulauan Aru.

Dalam arahannya di Markas Polres Kepulauan Aru, Kantor Bawaslu dan Markas Kompi 734/SNS, mantan Kakor Lantas Polri ini intinya meminta untuk memperhatikan makanan dan asupan nutrisi, agar bisa meningkatkan imun tubuh dan terhindar dari Covid-19.

"Berikan neurobion kepada anggota agar stamina terjaga dan imun kuat.
Jangan ada anggota yang acuh tak acuh, jangan ada anggota yang apatis, jangan ada anggota yang tak mau tahu terhadap sekitar," pinta Andri.

Andri menyebutkan, Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) merupakan agenda tahunan. Penyelenggaraan pesta rakyat lima tahunan kali ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Ini diakibatkan penyebaran virus pandemi Covid-19. Dampaknya, Pilkada yang semula diagendakan bulan September 2020, terpaksa diundur pada Desember 2020 mendatang.

"Pilkada ini sangat penting untuk daerah dan penting juga untuk kita menjaga kesehatan dan protokol kesehatan," ungkapnya.

Dalam pelaksanaan Pilkada, jenderal bintang dua Polri itu berharap dapat berakhir secara bahagia. Sebab, Pilkada merupakan pesta demokrasi.

"Pesta itu harus happy, tidak menimbulkan kerusakan, tidak menimbulkan gesekan dan tidak menimbulkan kekacauan," ungkapnya.

Dia meminta aparat pengamanan harus saling bersinergi dengan instansi terkait. Sebab sinergitas merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan Pilkada.

"Pergerakan kotak suara harus dikawal dengan baik, didokumentasikan, didata dan diawasi. Sehingga terdistribusi dengan aman dan kembali terkumpul pun dengan aman," ujarnya.

Selain itu, Kapolda menginginkan agar dalam pelaksanaan Pilkada tidak ditemukan adanya intimidasi. Dia juga berharap tidak terjadi hal-hal yang berlawanan dengan tumbuh kembangnya ekonomi, maupun kebijakan pemerintah yang memerangi Covid-19.

"Jangan ada hal-hal yang tidak bisa dipertanggungjawabkan. Agar dicek kembali anggota yang akan diberangkatkan ke TPS, baik dari segi kesehatan, mental, psikis dan harus bebas dari covid serta narkoba," pintanya.

Menurut Kapolda, tujuan akhir Pemilukada adalah kemajuan pembangunan daerah. Sehingga pelaksanaan pilkada tahun ini harus tetap menjaga persatuan kesatuan.

"Tunjukan bahwa kita mampu menjaga dengan baik (pelaksanaan pilkada) sehingga terlihat kedewasaan demokrasi tanpa menciderai demokrasi," ungkapnya.

Andri juga meminta KPU dan Bawaslu agar dapat memaksimalkan pengawasan dan perkuatan-perkuatan, sehingga pelaksanaan Pilkada dapat berjalan aman, lancar, tertib dan damai.

"Jangan lupakan protokol kesehatan, dalam proses pencoblosan pun jangan sampai terabaikan protokol kesehatannya, agar tidak menimbulkan klaster-klaster baru dalam situasi pandemi,” pesan Kapolda.

Di sisi lain, Kapolda mengaku TNI dan Polri merupakan pilar kekuatan negara dan sebagai institusi vertikal yang tidak bisa digoyang oleh siapapun.

"Tugas kita di daerah membantu pemerintahan umum di kewilayahan dan daerah daerah," katanya.

TNI/Polri, lanjut Andri, harus berkontribusi secara maksimal. Sehingga proses Pilkada bisa berjalan aman, lancar dan tertib.

"Selain kita berperan dalam pengamanan, kita juga harus membimbing dan membina masyarakat untuk melakukan proses Pemilu dengan baik," harapnya.

Dia berharap personel TNI dan Polri dapat menghindari gesekan-gesekan dengan kelompok tertentu. Caranya adalah dengan mengedepan metode pencegahan dari pada metode pengobatan.

"Jangan ada penyimpangan-penyimpangan netralitas di anggota kita baik TNI ataupun Polri," pintanya.

Penulis: Husen Toisuta
Editor:redaksi

Baca Juga

error: Content is protected !!