Sekilas Info

Kejari Aru Tetapkan 2 Tersangka Korupsi MP3KI Jembatan Koijabi-Balatan, Kasi Pidsus: Kemungkinan Ada Tersangka Lain

satumalukuID/Istimewa Proyek MP3KI Jembatan di Desa Koijabi-Balatan, Kecamatan Aru Tengah Timur, Kabupaten Kepulauan Aru.

satumalukuID- Tim penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Kepulauan Aru, akhirnya menetapkan dua orang tersangka kasus dugaan korupsi proyek Masterplan Percepatan dan Perluasan Pengurangan Kemiskinan Indonesia (MP3KI) Jembatan yang menghubungkan Desa Koijabi-Balatan, Kecamatan Aru Tengah Timur, Kabupaten Kepulauan Aru.

Dua tersangka kasus yang telah diusut selama kurang lebih tiga tahun ini adalah Salmon Gainau, ketua Tim Pengelola Kegiatan (TPK) dan Daud Ubwarin, bendahara. Perbuatan mereka diduga telah menyebabkan kerugian negara sebesar Rp.1 miliar lebih.

Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Kepulauan Aru, Sesca Taberima, mengungkapkan, penetapan tersangka setelah tim penyidik melaksanakan ekspos atau gelar perkara pada Senin (23/11/2020) lalu.

"Dari seluruh berkas setelah kita pelajari dan mendalami, kedua orang tersebut berhubungan langsung dengan tugas dan fungsinya dalam proyek tersebut. Sehingga keduanya ditetapkan sebagai tersangka," ungkap Taberima kepada wartawan di ruang kerjanya, Rabu (25/11/2020).

Taberima menyebutkan tidak menutup kemungkinan ada tersangka lainnya dalam kasus yang mulai diusut sejak 1 September 2016 silam tersebut.

"Selain kedua tersangka tidak menutup kemungkinan bisa ada tambahan tersangka baru juga, setelah diterbitkan Sprindik khusus untuk melanjutkan pemeriksaan tersangka," tambah dia.

Penyidik wanita ini tidak mengelak penanganan perkara sangat memakan waktu lama. Ini disebabkan belum adanya sprindik baru, sehingga perlu dipelajari kembali seluruh berkas perkara. Sebelumnya perkara ini diserahterimakan dari Kasi Pidsus sebelumnya yaitu Eka Polimpung.

Menurut Taberima, dengan ditetapkannya dua tersangka dan dilanjutkan dengan sprindik khusus, maka pihaknya akan kembali melakukan pemeriksaan para saksi. Bila dalam pemeriksaan para tersangka ada temuan baru, maka seluruh saksi juga akan diperiksa kembali.

"Sehingga tidak menutup kemungkinan bisa ada muncul tersangka baru nantinya, setelah pengembangan dan pemeriksaan tersangka yang telah diagendakan pekan depan," sebutnya.

Untuk diketahui, proyek MP3KI jembatan yang menghubungkan desa Koijabi-Balatan tersebut sejak tahun 2014 silam. Proyek ini menelan anggaran sebesar Rp.3,4 miliar.

Kasus itu mulai dilidik Kejari Aru sejak 1 September 2016. Dan pada 12 Juni 2017 pihak BPMD dimintai keterangan. Setelah itu pada awal Februari 2018, tim auditor dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Maluku bersama penyidik Kejari Aru turun ke lokasi proyek.

Setelah on the spot dilakukan kemudian pada April 2018, tim auditor BPKP selesai melakukan audit kerugian negara. Sehingga kerugian negara saat itu ditetapkan sebesar Rp.1 miliar lebih.

Penulis: Husen Toisuta
Editor:redaksi

Baca Juga

error: Content is protected !!