Sekilas Info

LAWAN COVID-19

Kapolri Sebut Pilkada di Bursel dan MBD Rawan Pelanggaran Protokol Kesehatan, Ini Kata Kapolda Maluku

satumalukuID/Husen Toisuta Kapolda Maluku Irjen Pol Refdi Andri.

satumalukuID- Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis pada awal pekan lalu menyebutkan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Kabupaten Buru Selatan (Bursel) dan Maluku Barat Daya (MBD), sangat rawan pelanggaran protokol kesehatan (prokes) Covid-19.

Kapolda Maluku Irjen Pol Refdi Andri tidak mengelak pernyataan Kapolri. Sebab, pihaknya melihat terdapat satu dua orang yang belum sadar pentingnya penerapan protokol kesehatan. Padahal tujuannya untuk memutus mata rantai penyebaran virus pandemi ini.

"Sekarang kita lihat kepedulian masyarakat utamanya protokol kesehatan, memang masih ada satu dua yang belum memakai masker dengan baik. Padahal kita melaksanakan pesta demokrasi," kata Andri kepada satumaluku.id di Mapolda Maluku, Kota Ambon, Kamis (26/11/2020).

Orang nomor 1 Polri di Maluku ini menyampaikan, Pilkada merupakan pesta rakyat yang harus dilaksanakan dengan penuh kegembiraan. Sehingga yang dibutuhkan yaitu tidak adanya kekurangan dalam perhelatannya.

"Yang namanya pesta itu kan kita harapkan bergembira semua, tidak ada yang kurang. Ibarat orang kalau ada pesta kecil-kecilan, makan-makan kita, tidak ada nasi yang tumpah, tidak ada piring yang pecah, semua happy," ungkap Andri mengibaratkan.

Menurutnya, kerawanan pelanggaran prokes dapat ditepis jika semua aparat penegak hukum bekerja baik dan benar. Termasuk penyelenggara Pemilu bisa melaksanakan sesuai norma standar, prosedur dan kriteria yang diatur.

"Saya kira kerawanan-kerawanan itu bisa kita tepis semua kalau aparatnya bekerja dengan baik, kalau aparat penyelenggara pemilu melakukan sesuatu sebagaimana norma, standar, prosedur dan kriterianya, demikian juga masyarakat kita mendukung semua," ucapnya.

Andri optimis, masyarakat sudah sangat terbiasa dengan pesta demokrasi. Sehingga kerawanan yang dikhawatirkan baik pelanggaran prokes maupun keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) bisa dikendalikan.

"Saya kira masyarakat kita sudah sangat terbiasa dengan pesta demokrasi dan tidak ada yang rawan kan, semua berjalan dengan baik. Karena bagaimanpun masyarakat kita sudah sangat dewasa, sudah berpengalaman," ujarnya.

Jenderal bintang dua Polri ini juga mengaku masyarakat sudah sangat paham dengan tujuan pesta demokrasi yaitu untuk menegakkan kebenaran, menuju kesejahteraaan.

"Masyarakat sudah dewasa dalam berpolitik untuk mencari pimpinan di daerah kabupaten yang betul-betul bisa mensejahterakan dan memajukan dan bisa mengunggulkan masyarakatnya," jelas Andri.

Andri berharap, segala sesuatu terkait Pilkada baik dari sisi keamanan maupun penyelenggaraannya dapat berjalan dengan norma, standar dan prosedur.

Selain itu, pelaksanaan pesta rakyat lima tahunan ini juga diharapkan sejalan dengan ketentuan-ketentuan yuridis, prosedural, taktis dan teknis serta profesional, maupun etika-etika yang proporsional.

"Yang penting nanti kita lihat landasan yuridisnya seperti apa. Kita tidak pernah menyimpang dengan koridor yang ada utamanya Undang-Undang dan aturan baik ke atas dan turunannya. Saya kira sudah sangat jelas," tandasnya.

Baca Juga

error: Content is protected !!