Sekilas Info

LAWAN COVID-19

Jubir Satgas Covid-19: Jangan Sampai Libur Panjang Akhir Tahun Tambah Kelipatan Kasus

satumalukuID/Doc.

satumalukuID - Pemerintah Pusat melalukan pengkajian terhadap periode masa libur akhir tahun. Hal ini merupakan hasil evaluasi pada periode libur panjang, yang menyebabkan kenaikan kasus positif akibat penularan karena kurang disiplinnya masyarakat terhadap protokol kesehatan terutama menjaga jarak dan menjauhi kerumunan.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito, dalam keterangan Pers Perkembangan Penanganan Covid-19 di Kantor Presden, Selasa (24/11/2020), menyebutkan berdasarkan analisa pada libur panjang masa pandemi, ternyata telah memakan korban. 

“Hal ini membuat pemerintah pusat melakukan evaluasi terhadap trend kasus positif covid-19 paska libur panjang. Hasil ini menjadi pembelajaran bagi pemerintah dalam menghadapi periode libur panjang akhir tahun 2020. Jangan sampai libur panjang akhir tahun malah menambah kelipatan kasus covid-19,” ujar Wiku mengingatkan.

Dia sampaikan, terdapat tiga periode libur panjang yang menjadi bahan evaluasi pemerintah, yakni libur panjang Idul Fitri pada tanggal 22 hingga 25 Mei 2020, libur panjang HUT RI pada tanggal 17, 20 dan 23 Agustus 2020, serta libur panjang 28 Oktober hingga 1 November 2020.

“Libur panjang Idul Fitri berdampak pada peningkatan kasus positif sebesar 69 persen sampai dengan 93 persen pada tanggal 28 Juni 2020. Perkembangan kasus pada periode HUT RI, berdampak pada peningkatan kasus positif sebesar 58 persen, sampai dengan 118 persen pada pekan satu sampai 3 September 2020. Dan pada libur panjang akhir Oktober dan awal November, berdampak pada peningkatan kasus positif sebesar 17 persen sampai 22 persen pada tanggal 8 hingga 22 November 2020,” paparnya.

Wiku menyebutkan, dari data tersbeut, terdapat juga penurunan kasus positif pada periode libur panjang 28 Oktober hingga 1 November 2020, jika dibandingkan libur panjang pada bulan Agustus 2020.

“Penurunan kasus positif ini menjadi evaluasi dan pembelajaran dalam menghadapi periode libur panjang akhir tahun 2020. Namun perlu diingat, masa libur panjang akhir tahun 2020 memiliki durasi yang lebih panjang, dan dikhawatirkan berpotensi menjadi manifestasi perkembangan kasus menjadi dua bahkan tiga kali lipat lebih besar dari masa libur panjang sebelumnya,” terang Wiku.

Dia menegaskan, pada prinsipnya apapun keputusan yang nanti diambil pemerintah, maka keputusan ini akan selalu mengutamakan keselamatan masyarakat Indonesia di tengah pandemi covid-19.

Penulis: Tiara Salampessy
Editor:redaksi

Baca Juga

error: Content is protected !!