Sekilas Info

LAWAN COVID-19

PSBB Transisi 10 Perketat Pengawasan Protokol Kesehatan di Tempat Ibadah di Ambon

satumalukuID- Kota Ambon masih menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Transisi. Sejak awal pekan ini, PSBB Transisi 10 sudah berjalan selama 14 hari ke depan. Kali ini pengetatan pengawasan Protokol Kesehatan (Prokes) pada tempat-tempat ibadah.

Kepala Bagian Kesra Kota Ambon, Fenly Masawoy, mengatakan, pengetatan akan dilakukan khusus untuk Sholat Jumat dan Ibadah Minggu. Tim Satgas Covid-19 akan memantau langsung kedisiplinan para jamaah maupun jemaat terkait penerapan prokes. Seperti memakai masker, menjaga jarak, dan penyediaan tempat mencuci tangan. 

Fenly melihat, kesadaran masyarakat terhadap penerapan prokes saat pelaksanaan ibadah sudah mulai menurun. Sehingga PSBB ke 10 ini, tempat ibadah menjadi perhatian serius. 

"Pantauan kita, tempat ibadah sudah menerapkan protokol kesehatan. Tapi ada beberapa tempat ibadah yang belum. Kami sudah berikan surat dukungan untuk menerapkan protokol kesehatan," jelasnya.

Fenly yang juga bertindak sebagai Koordinator Bidang Pelaksana Kegiatan Keagamaan Satgas Covid-19 ini mengakui jika personil khusus bidang keagamaan tidak mencukupi. Sehingga pihaknya tidak bisa menjangkau keseluruhan tempat ibadah.

"Memang kita kekurangan personil. Jadi misalnya ibadah sholat jumat, kita hanya mampu mengontrol beberapa masjid. Begitupun gereja di hari minggu ibadah," sebutnya. 

Dia menyebutkan, untuk pelaksanaan ibadah minggu di gereja sudah mulai dibuka sejak Oktober 2020 lalu. Namun tidak semua gereja. Sehingga jika ada pemberitahuan pelaksanaan ibadah, pihaknya langsung turun melakukan pengawasan penerapan prokes.

"Ini baru dibuka satu bulan ini dari bulan Oktober. Jadi tidak semua gereja di buka dan setiap ada pemberitahuan dibuka kita turun dan memberitahukan tentang protokol kesehatan," ungkapnya. 

Dia menenekankan, Peraturan Walikota (Perwali) nomor 25 tahun 2020 tentang keterbatasan jamaah-jemaat sebesar 50 persen saat melakukan ibadah sampai saat ini belum dicabut atau diganti. 

"Terkait dengan Perwali nomor 25 itu belum dicabut dan maksimal 50% untuk tempat ibadah Kristen dan Islam untuk jaga jarak itu sama," tuturnya.

Penulis: Zairin Salampessy
Editor:redaksi

Baca Juga

error: Content is protected !!