Sekilas Info

KASUS TUKAR GULING LAHAN

Kasus Tukar Guling Lahan Gedung Perpustakaan Negara di Ambon Masih Diselidiki

satumalukuID- Kasus dugaan korupsi tukar guling lahan yang diatasnya berdiri Perpustakaan dan Kearsipan Negara Provinsi Maluku dengan sebidang tanah seluas 2.000 meter persegi di Kawasan Desa Rumah Tiga, Kecamatan Teluk Ambon, Kota Ambon masih terus diselidiki penyidik Ditreskrimsus Polda Maluku.

Untuk mengungkap kasus itu, penyidik tipidkor Ditreskrimsus Polda Maluku telah bergerak memeriksa sejumlah saksi. Diantaranya semua pimpinan DPRD Maluku periode 2014-2019 termasuk Ketua Komisi A kala itu Melki Frans. Bahkan mantan Gubernur Maluku Said Assegaff.

Meski telah memeriksa sebagian besar saksi penting yang sepakat memuluskan proses tukar menukar hingga diduga merugikan negara sebesar kurang lebih Rp.3 miliar tersebut, namun kasus itu hingga kini masih berstatus penyelidikan.

"Itu lidik. Masih penyelidikan. Namanya penyelidikan ya tertutup. Ikuti aja, jalan ko," ungkap Direktur Reskrimsus Polda Maluku, Kombes Pol Eko Santoso kepada wartawan melalui telepon genggamnya, Senin (23/11/2020).

Sebelumnya diberitakan, tukar guling lahan berlangsung pada tahun 2017 antara Pemda Maluku dengan Yayasan Poitech Hok Tong.

Dari hasil audit BPK RI Perwakilan Maluku terhadap LKPD Provinsi Maluku tahun 2017, yang diterbitkan pada tahun 2018 lalu, proses tersebut diduga telah menyebabkan kerugian negara kurang lebih Rp.3 miliar.

Kerugian itu diakibatkan penetapan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) lahan tersebut dengan sebidang tanah milik Yayasan di Kawasan Desa Rumah Tiga, tidak sesuai. Dalam proses itu, pihak yayasan juga ingin mengganti rugi bangunan. Harganya diperkirakan Rp.9 miliar rupiah.

Penulis: Husen Toisuta
Editor:redaksi

Baca Juga

error: Content is protected !!