Sekilas Info

PANTI ASUHAN

Shedini Cinta Maluku Hadir untuk Anak-anak Marjinal di Saat Pandemi

satumalukuID/Embong Salampessy Pendiri dan Direktur Clerry Cleffy Institute Dwi Prihandini (kiri), memotong tumpeng pada saat peresmian Yayasan Panti Asuhan Shedini Cinta Maluku, yang dikhususkan bagi anak-anak marjinal di Maluku, bertempat di Kawasan Kudamati Ambon.

satumalukuID - Guna memaksimalkan pelayanan kepada anak-anak marjinal di Maluku, aktivis kemanusiaan Dwi Prihandini, Sabtu (21/11/2020), meresmikan Yayasan Panti Asuhan Shedini Cinta Maluku yang didirikannya, beralamat di Kawasan Kudamati, Kota Ambon.

“Awal berdirinya panti ini, pertama dari dulu saya pengin punya panti asuhan sendiri. Beberala kali melakukan pelayanan ke beberapa panti di Maluku, saya mengalami beberapa kesulitan. Misalnya beberapa panti yang kurang terbuka. Atau beberapa panti yang letaknya jauh. Nah saya melihat di kawasan ini belum ada, jadi didirikan di sini,” ungkap Dwi, kepada satumalukuID.  

Alasan kedua dia mendirikan panti ini, menurut Dwi yang juga adalah Direktur Shedini Anugrah Pelangi dan Direktur Shedini Sparta Spektra ini, agar bisa memfokuskan kegiatan di Maluku dengan lebih spesifik lagi.  

“Jadi saya lebih bisa intens bertemu anak-anak marjinal Maluku, ketika saya datang ke daerah ini. Mungkin ketika saya tidak bisa ke luar Pulau Ambon, saya bisa ada di sini menemani anak-anak Maluku, lalu sekaligus memberdayakan relawan. Mereka juga bisa belajar berorganisasi, belajar bertumbuh dan berkembang jauh lebih baik,” paparnya.  

Lebih lanjut Dwi menuturkan, ketika pandemi Covid-19, dirinya merasa ada yang harus dilakukan. Karena dia merasa berat kalau tidak ada yg dilakukan. 

“Akhirnya, sudah lah mungkin sudah saatnya saya bikin panti asuhan untuk anak-anak marjinal. Waktu pembentukan panti itu kita terbentur beberapa nama. Nah beberapa nama kamj ajukan. Ternyata ini yang disetujui Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham),” ungkapnya.

Dwi menyebutkan, semua relawan yang membantu. Namun kali ini ada  anaknhya yang ikut terlibat sebagai pengurus. Jadi bagi Dwi, mungkin ini warisan dirinya kepada sang anak dengan tugas-tugas kemanusiaan di Maluku.  

Tadinya Dwi ingin menggunakan nama almarhum suami, untuk nama oanti asuhannya. Tapi belakangan dia pikir mungkin Tuhan sudah kasih jalan begini, jadi cuma yang disetujui nama Shedini.  

“Nama Shedini Cinta Maluku terbersit begitu saja, sudah pusing masa tiga kali nama diajukan ditolak begitu saja,” tutur Dwi, sembari menambahkan, anaknya Anugrah Putra Perdana juga mau ikut membantu panti dimaksud. 

Di masa pandemi ini semua orang susah dan terdampak, karena itu dia berharap, semoga ini bisa membantu dan memberi warna baru di samping ke-31 Panti Asuhan atau Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) di Maluku.

Menyinggung tentang tanggal peresmian Shedini Cinta Maluku, Direktur Clerry Cleffy Institute ini katakan, peresemiannya bertepatan lima tahun berpulangnya sang suami, Clerry Cleffy.

“Kedepan panti asuhan ini akan menampung anak-anak yang orang tuanya merupakan korban kekerasan, yang membutuhkan tempat tinggal dan yang mengalami keterbatasan ekonomi,” ujarnya.

Sampai saat ini, di Maluku pihaknya lanjut Dwi, bermitra dengan dua yayasan yakni Rumah Beta Maluku yang menangani Orang Dengan HIV/ Aids (ODHA) dan Yayasan Peduli Inayana Maluku yang mewadahi perempuan korban dan penyintas Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).

"Harapan saya panti asuhan ini bisa menjadi tempat bagi mereka, ketika tidak ada rumah bagi mereka untuk menginap saat mengalami masalah," katanya.

Selain merawat anak-anak, pihaknya juga berupaya memenuhi kebutuhan mereka selama tinggal di panti asuhan, yang akan dilayani empat orang pengasuh.

Penulis: Tiara Salampessy
Editor:redaksi

Baca Juga

error: Content is protected !!