Sekilas Info

Perempuan Pemilik Satu Paket Sabu di Ambon Divonis Ringan 1,4 Tahun Penjara

satumalukuID/Husen Toisuta Gedung Pengadilan Negeri Ambon.

satumalukuID- Arian Elisabeth Latuperissa, terdakwa kasus narkotika akhirnya divonis bersalah. Perempuan berusia 45 tahun itu divonis ringan. Majelis hakim menjatuhkan hukuman selama 1,4 tahun penjara.

Warga Gudang Arang, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon itu terbukti bersalah melakukan tindak pidana narkotika atau melanggar pasal 127 ayat 1 Undang-Undang nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika.

”Menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan menurut hukum ber­sa­lah melakukan tindak pidana narkotika,” kata Pimpinan Majelis hakim Lucky Rombot Kalalo di Pe­ngadilan Negeri Ambon, Senin (16/11/2020).

Putusan majelis hakim terhadap terdakwa lebih ringan dari tuntutan jaksa. Sebelumnya, dia dituntut dengan pasal pengedar narkoba atau melanggar pasal 112 ayat 1 Undang-Undang nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika. 

Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Tinggi Maluku, Augustina Ubleeuw kala itu menuntut terdakwa selama enam tahun penjara.

"Meminta kepada majelis hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini supaya menjatuhkan hukuman kepada terdakwa, enam tahun di potong masa tahanan," ungkap JPU dalam amar tuntutannya dua pekan lalu.

Selain pidana badan, terdakwa juga dibebankan Jaksa membayar uang denda sebesar Rp 1 miliar subsider enam bulan kurungan.

JPU juga meminta agar barang bukti narkotika jenis sabu sebanyak dua paket yang di bungkus dengan plastik klem bening dengan berat 0,19 gram yang dimasukan dalam plastik klem agar disita untuk dimusnahkan.

Untuk diketahui, terdakwa ditangkap pada 12 Mei 2020 di samping kantor Pertamina Gudang Arang. Penangkapan bermula dari informasi adanya peredaran narkotika di daerah tersebut.

Terdakwa diketahui mengonsumsi narkotika jenis sabu yang dibeli dari temannya. Pemesanan dilakukan melalui telepon. Setelah itu dia menuju sebuah pondok untuk melakukan transaksi. Terakwa ditawarkan sabu sebanyak satu gram dengan harga Rp. 3 juta. Namun, saat itu terdakwa hanya memiliki uang senilai Rp 500 ribu.

Saat dibeli, narkotika dengan nama latin Amphetamin itu dibungkus dalam plastik klem warna bening. Dia kemudian memakainya bersama dengan temannya di rumah. 

Dalam sidang pembacaan putusan tersebut, majelis hakim dipimpin Lucky Rombot Kalalo didampingi Jimmy Waly dan Philips Pangalila selaku hakim anggota. Sementara terdakwa didampingi penasehat hukumnya Penny Tupan mendengarkan putusan tersebut.

Baca Juga

error: Content is protected !!