Sekilas Info

IN MEMORIAM

Profesor Semmy Khouw, Pakar Kelautan dan Dekan FPIK Unpatti Ambon Itu Telah Tiada

Sejumlah warga Maluku di Jakarta berfoto bersama dengan keluarga dan jenasah Almarhum Prof Semmy Khouw yang disemayamkan di RS Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (15/11/2020).

satumalukuID - Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon khususnya Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) kehilangan salah satu guru besar nya, Prof Dr Ir Abraham Semmy Khouw M.Phil yang meninggal di Jakarta pada Sabtu malam (14/11/2020).

Prof Semmy begitu panggilan sehari-harinya, meninggal karena sakit komplikasi yang dideritanya sehingga dirawat di Jakarta.

Saat ini jenasahnya disemayamkan di rumah duka RS Cikini Jakarta. Rencananya jenasah akan dibawa pulang ke Ambon pada Senin pagi (16/11/2020). Selanjutnya disemayamkan dan dilakukan pelepasan pada almamaternya kampus Unpatti di Poka.

"Jenasah akan dibawa pulang ke Ambon Senin subuh dari Jakarta," ujar Vonny Litamahuputty Khouw, istri almarhum kepada satumaluku.id via whatsapp

Prof Dr Ir Abraham Semmy Khouw M.Phil

Prof Semmy adalah Dekan FPIK Unpatti sejak 2018. Ia adalah alumni SMA Negeri 1 Ambon dan menamatkan pendidikan S1 nya di FPIK Unpatti. Semasa mahasiswa ia pernah menjadi aktivis sebagai Wakil Ketua Senat Faperik saat itu periode 1988-1990.

Almarhum dikenal cerdas oleh para sahabatnya. Lantaran itu, setelah mengabdi sebagai dosen di almamaternya, Ia kemudian melanjutkan studi S2 di Inggris. Tepatnya pada University of Newcastle Upon Tyne, United Kingdom.

Tidak hanya di Inggris. Sebab, Prof Semmy tak lama berselang meneruskan studi S3 nya di Jerman. Yaitu pada Christian Albrecht University of Kiel, Germany.

Prof Semmy merupakan salah satu dosen Unpatti yang meraih gelar guru besar atau profesor pada usia yang masih muda. Ia mendapatkan gelar itu sekitar tahun 2009. Berarti 11 tahun silam, sedangkan kini usianya baru 55 tahun. "Seingat saya, paitua (suami, red) dikukuhkan sebagai guru besar tahun 2009," tutur Vonny, yang juga seorang politisi dan jurnalis.

Kiprah almarhum dikenal luas sebagai pakar Oseanologi dan Ekologi. Karena itu, Prof Semmy sering menjadi pembicara pada seminar regional, nasional dan internasional baik di Manado, Jakarta, Ambon serta kota lainnya dan luar negeri.

Salah satu kritikan dan masukannya yang dikenal dan dimuat luas media massa lokal dan nasional adalah tentang pembangunan Jembatan Merah Putih yang dia prediksi akan roboh pada 2052 sesuai siklus gempa pada patahan laut Teluk Ambon, proyek-proyek fisik di pesisir Teluk Ambon serta banyaknya pengeringan yang tidak dikontrol pemerintah daerah. Termasuk program dan konsep poros maritim Indonesia.

Selamat jalan Prof Semmy. Jasa dan pengabdianmu untuk almamater Unpatti, Maluku dan bangsa ini, tetap dikenang dalam catatan sejarah. Rest in Peace, beristirahatlah dalam kedamaian. (novi pinontoan)

Penulis: Novi Pinontoan
Editor:Redaksi

Baca Juga

error: Content is protected !!