Sekilas Info

BUDAYA MALUKU

Museum Siwalima Ambon Memikat Pengunjung dengan Berbagai Kreativitas Tradisional Maluku

Koleksi sejarah dan budaya di Museum Siwalima (wikipedia)

Koleksi Museum

Menurut catatan yang diunggah di laman Wikipedia, Museum Siwalima yang terletak di kawasan Taman Makmur, desa Amahusu, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon, Maluku, didirikan tanggal 8 November 1973 dan diresmikan tanggal 26 Maret 1977. Berjarak sekitar 5 kilometer dari Pusat Kota Ambon, lokasi bangunan berada di atas bukit yang menghadap ke Teluk Ambon.

Museum itu memiliki tiga ruang pameran. Pertama ruang pameran Busana Pengantin Nusantara, berisi koleksi pakaian pengantin yang ada di Indonesia, secara khusus pengantin Maluku. Kedua ruang pameran Sejarah Maluku, menyimpan segala hal yang berkaitan dengan budaya Maluku seperti bangunan asli Maluku, pakaian adat, alat-alat pertanian, senjata khas, perlengkapan upacara adat, uang lama, dan berbagai guci.

Ketiga ruang pameran Kelautan yang menampilkan keindahan laut Maluku dan alat-alat transportasi sejak zaman klasik hingga modern. Koleksi spesies laut yang menakjubkan di ruang ini adalah beberapa rangka paus dan buaya.

Ribuan koleksi yang tersimpan di Museum Siwalima terbagi atas 10 jenis, masing-masing geologika, biologika, etnografika, arkeologika, historika, numismatika heraldika, filologika, keramika, teknologi modern, dan seni rupa.

Seluruhnya ada 5.300 koleksi, Wikipedia menyebut ada sejumlah koleksi yang belum dipamerkan, dan setiap lima tahun sekali akan ada perubahan koleksi yang dipamerkan.

Kebanyakan koleksi sejarah dan budaya Maluku di museum itu berasal dari Kabupaten Maluku Tenggara Barat (kini Kepulauan Tanimbar), Maluku Barat Daya, dan Maluku Tengah. Beberapa koleksi keramik kuno China yang berasal dari zaman Dinasti Ming diperoleh dari Kabupaten Kepulauan Tanimbar dan Maluku Barat Daya.

Museum Siwalima menyediakan jasa pemandu bagi siapa saja yang ingin dijelaskan seluruh isi museum secara rinci. Pengunjung juga dapat membuat permintaan khusus untuk menikmati sajian musik lokal, pementasan tari, dan demo pembuatan kain tenun.

Dengan membayar harga tiket masuk Rp5.000 (dewasa) dan Rp2.000 (anak-anak), siapa saja boleh datang dan menikmati berbagai koleksi yang ada di museum ini mulai jam 09.00-16.00 WIT.

Saat ini, Pameran Alat Musik Tradisional Nusantara masih akan berlangsung hingga 25 November 2020. Bagi yang berminat, "Yuk kita ke sana!"

Dengan kreativitas dan upaya yang tidak kenal lelah dari pengelola, museum-museum di Indonesia, termasuk Siwalima, tak akan menjadi destinasi wisata yang menjenuhkan dan senyap tapi akan menjadi tujuan yang menarik bagi wisatawan tak terkecuali anak-anak muda untuk mengenal sejarah masa lalu sembari bermain dengan menyenangkan.

Selanjutnya 1 2 3 4
Penulis: John Nikita S/ant
Editor:Redaksi

Baca Juga

error: Content is protected !!