Sekilas Info

LAWAN COVID-19

Ketua Umum GPM Nilai Kaum Perempuan Sangat Penting untuk Membawa Perubahan Perilaku

satumalukuID/Publikasi dan Media Kemen PPPA Ketua Umum Gerakan Pakai Masker (GPM), Sigit Pramono.

satumalukuID - Ketua Umum Gerakan Pakai Masker (GPM), Sigit Pramono menyebutkan, bahwa peran kaum perempuan sangat penting untuk membawa perubahan, salah satunya mengajak masyarakat agar disiplin memakai masker.

“Jika setiap anggota Kongres Wanita Indonesia (KOWANI) yang berjumlah lebih dari 87 juta di seluruh Indonesia melakukan ajakan kepada 2 orang agar disiplin memakai masker, hal ini berarti kita sudah mampu mengajak sekitar 261 juta orang, atau hampir seluruh masyarakat Indonesia untuk memakai masker,” ujar Sigit, saat Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) Bintang Puspayoga, melakukan launching Gerakan Disiplin Pakai Masker secara virtual, Selasa (10/11/2020).

Sigit mengungkapkan, jika kita memakai masker dengan benar, maka kita akan menurunkan risiko penularan Covid-19 hingga 75 persen, dan 25 persen lainnya adalah dengan cara menjaga jarak dan mencuci tangan.

"Jadi, memakai masker sangat penting kontribusinya dalam mengendalikan Covid-19. Langkah selanjutnya yang diharapkan adalah agar kaum perempuan, utamanya yang berada di bawah naungan KOWANI untuk memberdayakan keluarga agar mampu melakukan swasembada masker, yakni agar keluarga mampu membuat maskernya sendiri," paparnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum KOWANI, Giwo Rubianto Wiyogo katakan, disiplin memakai masker merupakan salah satu cara paling ampuh dalam mencegah penularan Covid-19.

Oleh karenanya, menurut Giwo, dengan jumlah anggota lebih dari 87 juta perempuan Indonesia, KOWANI merasa penting membangun sinergitas dengan organisasi lainnya dan menjadi pionir di nusantara untuk disiplin memakai masker.

“Pandemi Covid-19 mengharuskan kita berjuang dan beradaptasi, hal ini termasuk adaptasi interaksi sosial, pendidikan, dan aktivitas lainnya," tandasnya.

Dalam adaptasi tersebut, kata Giwo, lahirlah sebuah kebiasaan baru yang merupakan kunci pencegahan dan pemutusan mata rantai Covid-19, yaitu dengan 3M atau memakai masker, menjaga jarak, dan rajin mencuci tangan.

"Kebiasaan 3M harus membudaya agar kita mampu memenangkan pertarungan melawan Covid-19. Oleh karenanya, KOWANI mengajak seluruh keluarga Indonesia untuk melakukan gerakan disiplin pakai masker yang merupakan salah satu cara paling ampuh dalam mencegah penularan Covid-19,” tutur Giwo.

Pengurus Komite Kampanye Publik Gerakan Pakai Masker, dr. Grace Hananta lantas menceritakan pentingnya pemakaian masker dengan benar dalam mencegah penularan Covid-19.

“Jika ada orang yang positif Covid-19 atau Orang Tanpa Gejala (OTG) tidak memakai masker dan lawan bicaranya juga tidak memakai masker, maka akan terjadi penularan Covid-19 terhadap lawan bicaranya," tuturnya.

Penularan Covid-19 pun, kata dia, akan terjadi jika orang yang positif Covid-19 memakai masker dan lawan bicaranya tidak memakai masker. Oleh karenanya, memakai masker dengan benar, yakni menutup rapat area hidung, mulut, dan dagu sangatlah penting.

Dalam kesempatan ini, dr. Grace juga memberi tips agar kita memakai masker sesuai dengan ukuran wajah, hindari menyentuh area tengah masker, pakailah masker bersih dan ganti setiap 4 jam atau bahkan diganti kurang dari 4 jam apabila sudah lembab, serta membuang masker bekas pakai di wadah khusus dan tertutup (sampah infeksius).

Baca Juga

error: Content is protected !!