Sekilas Info

KORUPSI REKLAMASI PANTAI

DPO Kasus Korupsi Reklamasi Pantai Merah Putih Namlea Dibekuk di Jambi

satumalukuID/Freepik.com Ilustrasi dugaan korupsi

satumalukuID- Satu lagi terpidana kasus korupsi di Maluku yang dibekuk tim Tangkap Buronan (Tabur) Kejaksaan Agung RI. Adalah Muhammad Ridwan Pattilow, terpidana kasus korupsi reklamasi pantai Merah Putih atau Water Front City di Namlea, Kabupaten Buru.

Berdasarkan informasi yang diterima satumaluku.id, penyergapan terhadap Site Enggineer CV. Inti Karya (Konsultan Pengawas) ini, berlangsung di Cadas, Jalan Sungai Putri, Kecamatan Telanaipura, Kota Jambi, Provinsi Jambi, Rabu (11/11/2020) pukul 10.00 WIB.

Pattilow yang telah dimasukan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) itu dibekuk oleh tim Tabur Kejagung RI bersama Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jambi dan Kejati Maluku.

Berdasarkan Surat Kejaksaan Tinggi Maluku Nomor : R-755/Q.1/Dsp.1/11/2020 tanggal 6 November 2020, pria 44 tahun diketahui merupakan terpidana korupsi Penyalahgunaan Dana Pembangunan Water Front City Kota Namlea tahap I tahun anggaran 2015 dan tahap II tahun anggaran 2016.

Proyek dari Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Buru itu memiliki kerugian mencapai Rp. 6.638.791.370,26. Berdasarkan Putusan Pengadilan Tinggi Ambon Nomor: 2/PID.SUS-TPK/2020/PT AMB, Muhammad Ridwan Pattilow, terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama sebagaimana dalam dakwaan primair. Menjatuhkan pidana dengan pidana penjara selama 5 tahun dan denda sejumlah Rp.300.000.000 dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar, diganti dengan pidana kurungan selama 4 bulan.

Pattilow diketahui ditetapkan sebagai DPO buron sejak proses banding berlangsung tertanggal 24 Februari 2020 lalu.

"Rencananya DPO akan diterbangkan ke Ambon untuk dieksekusi di Lapas Ambon oleh Jaksa Eksekutor Kejati Maluku," kata sumber kepada satumaluku.id.

Terpisah, Kepala Seksi Penerangan Hukum dan Humas Kejati Maluku Samy Sapulette, mengaku juga mendapatkan informasi tersebut.

"Saya juga dapat informasi seperti itu. Dan kita tunggu rilis dari Kejaksaan Agung RI. Karena ini kan lintas Kejati. Kalau yang bersangkutan akan ke Ambon, saya juga akan sampaikan kepada anda," tandasnya.

Penulis: Husen Toisuta
Editor:redaksi

Baca Juga

error: Content is protected !!