Sekilas Info

LAWAN COVID-19

EcoNusa Eksplore Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Berbagi Pengetahuan Ketahanan Covid-19 di Haruku

satumalukuID/Istimewa

satumalukuID- Yayasan EcoNusa, kembali melakukan perjalanan ekspedisi di Kepulauan Maluku. Sejak 22 Oktober 2020 lalu, tim ekspedisi dari organisasi yang fokus pada masalah sosial dan lingkungan itu, menyusuri Kepulauan Maluku dan Maluku Utara. Kini mereka tiba di Negeri Haruku, Kecamatan Pulau Haruku, Kabupaten Maluku Tengah, Selasa (10/11/2020).

Kepada wartawan di Haruku, Ceo EcoNusa Bustar Maitar, kepada wartawan mengaku, tujuan utama ekspedisi adalah untuk berbagi pengetahuan terkait dengan Covid-19.

EcoNusa melihat masyarakat pada pulau-pulau kecil, atau di sejumlah daerah terpencil masih sangat terbatas pemahaman terkait penyebaran virus mematikan tersebut.

"Kita yakin betul pengetahuan mereka terkait Covid yang menangkutkan ini, kalau kita lihat di media itu sangat terbatas," kata Bustar.

Yang kedua, Bustar mengaku pihaknya ingin mendorong ketahanan pangan. Sehingga masyarakat bisa belajar dan memiliki kesiapan yang cukup untuk menghadapi situasi virus pandemi tersebut.

Selain itu EcoNusa juga ingin mendokumentasikan praktek-praktek terbaik pengelolaan sumber daya alam (SDA) yang ada di masyarakat. Praktek tersebut bisa menjadi pembelajaran bersama untuk masyarakat di Indonesia Timur, khususnya di Maluku.

Menurutnya, EcoNusa memiliki komitmen kuat dan fokus di wilayah Indonesia Timur terutama Maluku, Maluku Utara dan Papua.

"Kita juga sudah menyelesaikan ekspedisi yang serupa juga di tanah Papua bulan lalu dan juga tahun lalu. Dan sekarang kita ingin eksplore lebih dalam lagi di Kepulauan Maluku," jelasnya.

Bustar mengungkapkan, hampir 50 persen hutan tropis di Indonesia berada di Indonesia bagian timur, terutama Maluku dan Papua. Kondisi saat ini merupakan benteng terakhir yang harus menjadi perhatian bersama.

"Itu merupakan benteng terakhir hutan tropis kita di Indonesia. Dan Kepulauan Maluku merepresentasikan hutan-hutan terbaik yang ada di pulau-pulau kecil," terangnya.

Selain itu, kata Bustar, Maluku memiliki sumber daya laut yang melimpah. Kekayaan sumber daya hayati Maluku juga sangat tinggi. Olehnya itu pihaknya ingin mendorong masyarakat agar bisa memanfaatkannya secara berkelanjutan untuk kelestarian dan kelangsungan hidup mereka.

"Kalau (ekspedisi) di Maluku Utara kita sekitar 12 titik. Maluku kita baru mulai kemarin singgah di Nuruwe, Kabupaten Seram Bagian Barat, kemudian sekarang di Haruku," tuturnya.

Rencana Rabu besok (11/11/2020), lanjut Bustar, pihaknya akan kembali melakukan ekspedisi di Nusalaut, dan kemudian menyeberang ke Kepulauan Banda.

"Kita akan menyeberang ke Kepulauan Banda. Di sana ada empat pulau yang akan kita singgahi. Total ekpedisi Maluku (dan Maluku Utara) 28 hari," sebutnya.

Penulis: Husen Toisuta
Editor:redaksi

Baca Juga

error: Content is protected !!