Sekilas Info

Ketua DPRD Kepulauan Aru Tersangka Pemilu Terancam Hukuman Penjara 1,6 Tahun

satumalukuID/Freepik.com Hand drawing illustration of election concept

satumalukuID- Tidak lama lagi, Ketua DPRD Kabupaten Kepulauan Aru, Udin Belsigaway, bakal disidangkan. Tersangka kasus Pemilihan Umum (Pemilu) itu terancam hukuman maksimal 18 bulan atau 1,6 tahun, atau denda Rp.6 juta.

Udin disangkakan pasal 187 ayat (2) junto Pasal 69 huruf C Undang-undang Nomor 1 Tahun 2015. Saat ini penanganan kasus itu sudah ditangani Kejaksaan Negeri Kepulauan Aru.

Kepala Seksi Pidana Umum (Kasipidum) Kejaksaan Negeri Kepulauan Aru, Henli Lakburlawal, mengaku, saat ini pihaknya sedang menyusun dakwaan setelah menerima berkas perkara tersangka.

“Waktu yang diberikan kepada kami untuk menyusun dakwaan hanya 5 hari. Tersangka tidak ditahan," katanya Sabtu (7/11/2020).

Untuk diketahui, Udin Belsigaway, ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan tindak pidana Pemilihan Umum (Pemilu). Berkas perkaranya sudah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Kepulauan Aru, Senin (2/11/2020) malam.

Berdasarkan informasi yang dihimpun satumaluku.id, Udin jadi tersangka setelah tim penyidik Gakkumdu menemukan sejumlah bukti pelanggaran, salah satunya video rekaman dirinya saat berkampanye. Video itu viral di media sosial.

Saat berkampanye memenangkan Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Kepulauan Aru, Johan Gonga-Muin Sogalrey, Udin mengaku lawan politiknya itu atau pasangan KAKA (Thimotous Kaidel-La Gani Karnake) terlibat kasus korupsi Rp.11 milyar rupiah. Ucapannya tidak disertai bukti otentik, dan dianggap telah melanggar UU Pemilu.

Ketua Bawaslu Kepulauan Aru, Amran Bugis, mengaku secara formal bukan kewenangannya menyampaikan bahwa Udin sudah ditetapkan sebagai tersangka. Sebab, pihaknya mengacu pada Undang-Undang (UU) Nomor 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.

"Katong bisa publikasi ketika sudah ada keputusan dari pengadilan," terangnya.

Namun pastinya, lanjut Amran, berkas perkara tersangka Udin Belsegaway sudah dilimpahkan dari penyidik Kepolisian kepada Kejaksaan, setelah dinyatakan lengkap.

"Yang jelas katong (kita) sudah proses dan sekarang sudah pada penyerahan dari kepolisian ke kejaksaan. Tadi malam (Senin) katong sudah serahkan ke Kejaksaan," kata Amran saat dihubungi satumaluku.id dari Ambon, Selasa (3/11/2020).

Penulis: Husen Toisuta
Editor:redaksi

Baca Juga

error: Content is protected !!