Sekilas Info

LAWAN HOAX

Tangkal Hoax yang Berseliweran, AMSI Maluku-Malut Gelar Pelatihan Cek Fakta

satumalukuID/Istimewa

satumalukuID- Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Wilayah Maluku-Maluku Utara (Malut), didukung Google News Initiative (GNI) dan kampus di Ambon menggelar pelatihan Cek Fakta. Tujuannya untuk menangkal informasi bohong atau hoaks yang berseliweran selama ini. Apalagi, menjelang Pemilihan Kepala Daerah 2020.

Pelatihan cek fakta diikuti puluhan jurnalis dan mahasiswa dari wilayah Maluku-Malut. Kegiatan yang berlangsung virtual ini akan berlangsung selama tiga hari, yakni Jumat (6/11/2020) dan Sabtu (7/11/2020), dan dilanjutkan pada Senin (9/11/2020).

Selain secara virtual menggunakan aplikasi google meeting, juga dilakukan dengan cara bertatap muka terbatas di Auditorium Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon.

Pelatihan itu dibuka Korwil AMSI Indonesia Timur, Upi Asmaradhana secara virtual dari Makassar, Sulawessi Selatan. Sementara di Unpatti Ambon, kegiatan langsung dihadiri Dekan FISIP Unpatti, Prof Dr. Tonny Pariela, yang sempat memberikan kata sambutan sebekum pelatihan dimulai.

“Pelatihan cek fakta ini merupakan upaya AMSI secara nasional melawan penyebaran hoaks terutama melalui media sosial,” ungkap Hamdi Jempot, Ketua AMSI Wilayah Maluku-Malut di Ambon.

Menurutnya, penyebaran informasi era digital saat ini berlangsung begitu cepat di media sosial, dengan beragam muatan informasi. Dari informasi bermanfaat untuk public, hingga informasi hoaks atau misinformasi dan disinformasi.

Penyebaran informasi hoaks di media sosial, kata dia, mulai dari teks, foto hingga video. Tujuannya pun beragam, mulai dari mengandung kepentingan politik maupun ekonomi.

Apalagi menjelang Pilkada 2020 yang akan dilaksanakan serentak di berbagai wilayah, termasuk di Maluku dan Malut, tambah Hamdi, penyebaran informasi hoaks marak dilakukan dengan tujuan saling menyerang dan menjatuhkan.

“Kita semua cemas atas penyebaran informasi hoaks yang sangat cepat melalui media sosial, dan itu kemudian dipercaya publik sebagai sebuah kebenaran. Apalagi tanpa sadar kita ikut menyebar lagi hoaks itu,” paparnya.

Karena itu pelatihan cek fakta ini diselenggarakan bagi pekerja media dan juga melibatkan mahasiswa, untuk dilatih melakukan penelusuri fakta, mendeteksi informasi hoaks dengan berbagai tools, serta bagaimana berselancar di dunia digital yang sehat dan aman.

Materi cek fakta dibawakan oleh dua trainer tersertifikasi Google News Innitiative. Mereka yaitu Johanes Heru Margianto (Managing Editor Kompas.com) dan Zairin Salampessy (Pemred satumaluku.id) yang akan melatih para peserta selama masa pelatihan.

“Pelatihan ini juga sangat penting untuk meningkatkan kapasitas jurnalis dan media agar memiliki kemampuan melakukan penelusuran fakta atas informasi hoaks yang perbedaannya sangat tipis dengan informasi yang benar,” tambah Hamdi.

Pelatihan cek fakta merupakan kontribusi AMSI agar pelaksanaan Pilkada jauh dari penyebaran hoaks terutama di wilayah Maluku-Malut. Program pelatihan cek fakta Pilkada 2020 ini juga diselenggarakan oleh 21 AMSI Wilayah lainnya di Indonesia. Nantinya setelah pelatihan ini, media dan mahasiswa akan berkolaborasi untuk melakukan cek fakta debat kandidat Pilkada Maluku.

“Pada Cek Fakta debat kandidat itu, media anggota AMSI Maluku-Maluku Utara dan didukung mahasiswa akan melakukan penelusuran fakta atas klaim-klaim atau pernyataan dari setiap pasangan calon, apakah klaim-klaim saat debat itu sesuai fakta atau tidak,” terang Hamdi.

Penulis: Husen Toisuta
Editor:redaksi

Baca Juga

error: Content is protected !!