Sekilas Info

DUGAAN KORUPSI

Kasus Korupsi Drainase di Kota Saumlaki, Diam-diam Dihentikan Kejati Maluku

satumalukuID/Freepik.com Ilustrasi dugaan korupsi

satumalukuID- Kasus dugaan korupsi proyek drainase di Desa Sifnana, Kota Saumlaki, Kabupaten Kepulauan Tanimbar tahun anggaran 2015 silam, diam-diam telah dihentikan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku. Ada apa? 

Padahal, kasus itu sudah menjerat Hendro Wibisono alias Bisiong dan tiga lainnya. Bisong Cs ditetapkan tersangka oleh tim penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanimbar pada tahun 2018 lalu.

Penetapan Bisiong, Bos PT. Tiga Ikan dan rekans sebagai tersangka itu setelah penyidik mengantongi alat bukti yang cukup. Termasuk anggaran jalan sebesar Rp.1.030.000.000, sudah dicairkan tahun 2015. Tapi, hingga penetapan tersangka di tahun 2018, rekondisi jalan rusak untuk pembangunan drainase di bawah jalan tidak berjalan.

Setelah ditetapkan sebagai tersangka, Bisiong Cs mengembalikan anggaran jalan sebesar Rp.1.030.000.000. Harapannya kasus itu dihentikan. Sayangnya, Kejari Tanimbar masih kekeh untuk tetap memproses kasus tersebut.

Bisong Cs kala itu disangkakan dengan pasal berlapis. Mereka dijerat menggunakan pasal 2 dan 3 UU Tipikor Nomor 20 Tahun 2001, dengan ancaman hukuman minimal satu tahun dan maksimal 20 tahun.

Namun entah mengapa, setahun berlalu, Kejati Maluku ambil alih kasus itu. Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) kemudian diterbitkan pada tahun 2019.

Penanganan perkara itu sendiri sebelumnya berjalan tersendat-sendat. Diduga, banyak kepentingan bermain di dalamnya. Buktinya, kasus yang sebelumnya ditangani Kejari Tanimbar dialihkan ke Kejati Maluku.

Apakah ada kongkalikong antara para tersangka dengan penyidik Kejaksaan?, Kepala Seksi Penerangan Hukum dan Humas Kejati Maluku, Samy Sapulette, membantahnya.

Menurutnya, perkara tersebut sudah dihentikan penyidik sejak kasus itu masih dalam status penyidikan pada tahun 2019.

"Setahu saya perkara tersebut dihentikan dalam proses penyidikan, soal ada tidaknya tersangka dalam perkara tersebut harus dicek lagi," kata dia.

Kasus itu dihentikan berdasarkan hasil penyidikan berupa pemeriksaan fisik pekerjaan oleh ahli bidang teknis. Di mana terdapat kekurangan volume pekerjaan pembangunan sistem Drainase Primer Kota Saumlaki Kabupaten Maluku Tenggara Barat (kini Kepulauan Tanimbar) Tahun Anggaran 2015 sebesar Rp. 47.098.056.

"Dan Kekurangan Volum Pekerjaan tersebut telah dibayarkan/disetor ke Kas Negara oleh rekanan dan bukti pembayaran/penyetorannya semuanya ada," kata dia.

Mengutip pernyataan Kajari Tanimbar kala itu yakni Frankie Son Laku pada beberapa media, yang membenarkan penetapan tersangka terhadap Bisiong Cs, Sami mengaku juga bisa dihentikan.

"Penghentian penyidikan dapat dilakukan termasuk sudah ada tersangkanya. Dapat dilihat ketentuan pasal 109 ayat (2) KUHAP disana implisit disebutkan," jelasnya.

Penulis: Husen Toisuta
Editor:redaksi

Baca Juga

error: Content is protected !!