Sekilas Info

LAWAN COVID-19

Hadapi Covid-19, Pemkab Maluku Tenggara Siapkan Lahan untuk Ketahanan Pangan

satumalukuID/Husen Toisuta Bupati Maluku Tenggara, M. Thaher Hanubun di Pelabuhan Yos Sudarso Ambon, Kota Ambon, Selasa (3/11/2020).

satumalukuID- Pandemi Covid-19 mengancam krisis pangan di Indonesia, termasuk Kabupaten Maluku Tenggara, Maluku. Menghadapinya, Pemerintah setempat telah menyediakan lahan untuk ketahanan pangan.

Bupati Maluku Tenggara, M. Thaher Hanubun, mengatakan, lahan yang disediakan untuk meningkatkan ketahanan pangan seluas 6 hektar. Lahan ini dikelola masyarakat dan pemerintah kabupaten (pemkab).

"Lahan untuk pangan yang disiapkan untuk menghadapi covid-19," kata Thaher kepada wartawan di Kota Ambon, Selasa (3/11/2020).

Thaher mengaku, terobosan penyediaan lahan untuk peningkatan ketahanan pangan yang dilakukan pihaknya tersebut diapresiasi oleh Bank Indonesia (BI).

"Mungkin pekan depan dari BI akan berikan penghargaan. Di Indonesia ada lima daerah dan salah satunya dari Maluku yaitu kita, Maluku Tenggara," sebutnya.

Menyoal tentang penanganan Covid-19 sendiri, Thaher mengaku sampai saat ini masih terus dilakukan sosialisasi terkait pentingnya penerapan protokol kesehatan (Prokes).

Selain gencar mensosialisasikan pentingnya penerapan prokes seperti memakai masker, mencuci tangan pakai sabun di air yang mengalir, menjaga jarak dan menjauh dari kerumunan, tim gugus tugas juga kerap melakukan razia.

Razia kerap dilakukan tim gugus tugas yang juga melibatkan TNI dan Polri, agar masyarakat bisa lebih taat dan disiplin untuk menerapkan prokes Covid-19.

"Sosialisasi tetap jalan, kerjasama dengan TNI Polri cukup luar biasa, mereka mendukung upaya pencegahan sampai saat ini kami tetap razia, swiping masker, tempat orang-orang berkerumun," ungkapnya.

Meski upaya maksimal telah dilakukan dalam rangka pencegahan penyebaran wabah mematikan tersebut, namun Thaher tidak menampik masih ada yang jebol. Kendati jumlahnya tidak terlalu banyak.

"Sudah dilakukan maksimal, tapi jebol sedikit-sedikit itu pasti ada. Dan (pasien Covid) masih dirawat itu ada," katanya.

Disinggung terkait penyiapan sarana dan prasarana dalam upaya penanganan virus mematikan tersebut, Thaher menyebutkan sudah dilakukan. Diantaranya menyiapkan Puskesmas dengan kapasitas 42 kamar.

"Kalau untuk sarana prasarana tidak ada masalah," tandasnya.

Penulis: Husen Toisuta
Editor:redaksi

Baca Juga

error: Content is protected !!