Sekilas Info

BI Sebut Maluku Deflasi di Oktober 2020 Terutama karena Turunnya Harga Ikan

satumalukuID/Tiara Salampessy Ilustrasi hasil ikan Maluku

satumaluku.id - Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku, Noviarsono Manullang, menyampaikan bahwa Provinsi Maluku pada bulan Oktober 2020 mengalami deflasi. Penurunan ini didorong oleh deflasi kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang utamanya disebabkan oleh turunnya harga komoditas ikan segar.

"Berdasarkan info dari pedagang ikan di Pasar Kota Ambon, turunnya harga ikan dipicu oleh melimpahnya pasokan ikan,” ungkap Noviarsono. 

Menurut dia, beberapa pedagang terpaksa menurunkan harga ikan untuk menjaga volume penjualan. Selain itu, kata Noviarsono, deflasi juga disebabkan oleh turunnya harga sayuran lokal dari Pulau Seram dan Pulau Ambon akibat permintaan yang masih rendah.

Oleh sebab itu dia menuturkan, pada Oktober 2020, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Maluku bersinergi dengan Satgas Pangan dan stakeholder untuk memberikan perhatian khusus terhadap ketersediaan pasokan dan kestabilan harga bahan pokok.

"Dalam rangka menjaga stabilitas inflasi selama Oktober 2020, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku bersama dengan TPID Maluku Tenggara telah melaksanakan HLM TPID yang membahas upaya mendorong kinerja sektor pertanian dan perikanan di masa pandemi Covid-19, dalam rangka Percepatan Pemulihan ekonomi Daerah dan menjaga pasokan bahan pangan,” paparnya. 

Selanjutnya, kata Noviarsono, dalam rangka menjaga pasokan bahan pangan dan meningkatkan produktifitas sektor pertanian, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku bersinergi dengan Kelompok Tani di Pulau Ambon untuk mengembangkan metode penanaman sayuran hidroponik dan pemanfaatan green house.

“Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku juga bersinergi dengan Dinas Kelautan dan Perikanan Maluku dalam rangka rencana pengembangan Kelompok Nelayan Budidaya di Pulau Seram dan klaster perikanan di wilayah Teluk Ambon,” ungkapnya.

Sedangkan untuk mendorong pemulihan ekonomi daerah, Noviarsono menyebutkan, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku bersama Bappeda Maluku telah bersinergi dan berkoordinasi melalui Satgas Pemulihan Ekonomi Daerah. 

“Adapun tujuan dari Satgas ini adalah untuk mendorong realisasi anggaran dan bantuan sosial, dalam rangka meningkatkan konsumsi dan daya beli masyarakat untuk pemulihan ekonomi daerah," terangnya.

Noviarsono sebutkan jika Inflasi Provinsi Maluku sepanjang tahun 2020 diperkirakan berada pada level rendah dan stabil. Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku senantiasa berkoordinasi dan bersinergi dengan Pemprov Maluku dan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Maluku, TPID Maluku, TPID Kota/Kabupaten se-Maluku, Satgas Pangan, pelaku usaha, dan pihak terkait lainnya untuk mengendalikan harga.

Penulis: Tiara Salampessy
Editor:redaksi

Baca Juga

error: Content is protected !!