Sekilas Info

LAWAN COVID-19

Pandemi Covid-19 Mengancam Kondisi Ekonomi Seniman Kafe

satumalukuID/Syamsul Bahri Pandemi Covid-19 tidak hanya mengancam nyawa, namun juga mengancam kondisi ekonomi para seniman kafe seperti Jhon Laratmase dan Boy David.

satumalukuID - Pandemi Covid-19 ini tidak hanya mengancam nyawa kita, namun juga mengancam kondisi ekonomi kita para seniman kafe.

Pengakuan tersebut disampaikan Jhon Laratmase yang merupakan salah satu stand up comedian, dan pemusik Boy David saat ditemui satumalukuID, di Ambon, Selasa (27/10/2020). 

Jhon mengaku saat sebelum pandemi Covid-19, dalam seminggu dia bisa mengisi 1 sampai 2 event. Namun selama masa pandemi, tidak ada event sama sekali. 

Lomba stand up comedy Indonesia yang diselenggarakan oleh satu stasiun tv swasta nasional, yang meloloskan dia sebagai satu-satunya perwakilan Maluku pada tahap selanjutnya di Jakarta pun di undur sampai waktu yang belum ditentukan. 

Hal senada disampaikan Boy. “Biasanya kami punya panggung reguler pada salah satu kafe di Kota Ambon, tapi selama masa pandemi otomatis ditiadakan oleh pemilik kafe,” ungkap dia.

Pada 3 bulan di awal masa pandemi, tidak ada acara yang memakai jasa pemusik. Tapi belakangan mulai ada acara nikahan, atau event kantor yang bisa dia isi. 

Tentu saja diselenggrakan dengan standar protokoler kesehatan yang ketat seperti, cuci tangan, mengenakan masker dan menjaga jarak. Walau dirasa ganjil namun cukup membantu di masa pandemi ini. 

Baik Jhon maupun Boy, berharap mereka berdua sebagai para seniman kafe, adalah masa pandemi ini segera lewat dan PSBB bisa memasuki masa new normal.

“Agar kami bisa berkreasi dan beraktivitas seperti biasa kembali karena seni adalah sumber utama mata pencaharian kami,“ tutupnya.

Baca Juga

error: Content is protected !!