Sekilas Info

LAWAN COVID-19

Kesembuhan Meningkat Sekda Maluku Salut Pola Penanganan Covid-19 dari Pemkot Ambon

satumalukuID/Husen Toisuta Ketua Harian Satgas Covid-19 Maluku/Sekretaris Daerah Maluku Kasrul Selang.

satumalukuID- Tingkat kesembuhan pasien Covid-19 di Provinsi Maluku terus meningkat. Umumnya pasien sembuh berasal dari Kota Ambon, yang merupakan episenter dari virus pandemi di Maluku.

Melihat proses kesembuhan yang begitu signifikan, Sekretaris Daerah Maluku, Kasrul Selang, mengaku salut dengan kinerja tim Gugus Tugas, khususnya Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon.

Sekitar 80-90 persen pengguna jalan, kata Kasrul, sudah patuh dengan penerapan protokol kesehatan seperti memakai masker, dan jaga jarak. Ini setelah Pemkot Ambon kerap melaksanakan sosialisasi dan operasi yustisi.

Menurutnya, masyarakat hanya patuh jika berada di tempat-tempat umum seperti jalan raya, pasar, pertokoan, mall dan sebagainya. Sementara di lokasi pemukiman atau tempat tinggal, kepatuhan tersebut tidak berlaku.

Permasalahan tersebut, kata Kasrul, mampu terbaca oleh Pemkot Ambon. Sehingga sosialiasi penerapan protokol kesehatan terkait penggunaan masker, jaga jarak, cuci tangan dan hindari kerumunan kini gencar dilakukan hingga ke pelosok desa.

"Pemkot Ambon sudah luar biasa. Yang persoalan kan di pemukiman, kadang-kadang kita merasa tenang duduk di pos kamling, merasa karena berteman dekat, maka kita lengah tidak memakai masker dan sebagainya. Pemkot menyadari itu, dan akhirnya masuk sampai di kawasan-kawasan," terangnya di Kantor Gubernur Maluku, Kota Ambon, Jumat (23/10/2020).

Dia berharap, dengan pola penerapan Covid-19 tersebut dapat meningkatkan kesembuhan dan mencegah terkonfirmasi positif virus mematikan tersebut.

"Dengan kejadian ini, satu yang penting adalah memasyarakatkan lagi perilaku hidup bersih dan sehat," katanya.

Kasrul menyebutkan, tingkat kesembuhan masih didominasi oleh pasien atau orang tanpa gejala (OTG) Covid-19. Hal ini dapat terlihat dari pasien pasien yang dirawat di RSUD dr. M. Haulussy Ambon. Di sana, pasien dirawat tercatat sebanyak 17 orang.

"Rumah Sakit Haulussy untuk orang yang gejalanya sedang dan berat. Sampai saat ini 17 pasien. Nah yang sisa itu ada yang di rumah, dan rumah sakit lapangan. Jadi lebih banyak OTG," katanya.

Menurutnya, sejak awal pihaknya sudah mendapat informasi, kurang lebih 80 persen yang terpapar virus adalah OTG. Olehnya itu Kasrul meminta masyarakat untuk lebih berhati-hati.

"Jadi kita bilang OTG itu seperti pembunuh berdarah dingin. Kita merasa tidak sakit, tak ada gejala atau apa, padahal ada virus ini. Kita sebagai pembawa virus, begitu sampai ke rumah, ke kantor, interaksi dengan teman, keluarga, rekan kerja dan jika mereka punya komorbid maka (dampaknya) kritis," jelasnya.

Foto: Sekda Maluku Kasrul Selang. (satumaluku.id/Husen Toisuta)

Baca Juga

error: Content is protected !!