Sekilas Info

KORUPSI BANDA MOA

Terpidana Korupsi Bandara Moa Dibawa ke Ambon Setelah Hasil Rapid Tesnya Non Reaktif

satumalukuID/Husen Toisuta Terpidana Sunarko (kanan) saat akan dieksekusi ke Lapas Klas IIA Ambon.

satumalukuID- Di tengah pandemi Covid-19, Kantor Kejaksaan Tinggi Maluku tak hanya memberlakukan protokol kesehatan kepada para pegawai dan tamu, seperti memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan pakai sabun, tapi juga kepada para tersangka, terdakwa maupun terpidana yang akan dieksekusi atau ditahan di penjara.

"Kita sudah rapid test kepada yang bersangkutan (terpidana Sunarko). Dia langsung di-rapid test saat ditangkap di Pekanbaru," kata As Intel Kejaksaan Tinggi Maluku, Muji Martopo kepada satumaluku.id, Kamis (22/10/2020).

Menurutnya, setiap orang yang terlilit kasus, baik tindak pidana korupsi dan lainnya akan ditahan setelah melewati prosedur kesehatan Covid-19. Selain memakai masker, mereka juga diwajibkan untuk menjalani rapid test.

Dia menyebutkan, jika hasil rapid test reaktif, maka yang bersangkutan akan langsung di-swab. Ini untuk mencegah terjadinya penyebaran Covid-19.

Untuk terpidana Sunarko sendiri, Muji mengaku yang bersangkutan diterbangkan dari Pekanbaru ke Ambon, setelah hasil rapid testnya menunjukan non reaktif.

"Rapid test kan berlaku 14 hari. Jadi kita rapid test di Pekanbaru, kemudian menuju Jakarta dan Ambon. Jadi aman, karena kita juga utamakan protokol kesehatan," katanya.

Baca Juga

error: Content is protected !!