Sekilas Info

LAWAN COVID-19

Kafe di Ambon Sediakan Akses Gratis untuk Belajar Daring

satumalukuID/Syamsul Bahri Suasana di Kafe Be'es Ambon, yang memberlakukan secara ketat protokol kesehatan kepada para pengunjungnya.

satumalukuID - Sejak masa pandemik Covid-19, berbagai sektor ekonomi terkena imbas penurunan omset, termasuk bisnis rumah kopi alias kafe yang di awal masa virus korona mewabah pemasukan bisa turun sampai 70 persen.

"Kami sempat mengalami penurunan omset sampai 70 persen di awal pandemi, jika dibandingkan dengan omset sebelum masa pandemi," ujar Satrio, pengelola Kafe Be'es di Ambon, kepada satumalukuID, Kamis (22/10/2020).

Namun belakangan, kata dia, pihaknya mampu menekan penurunan omset tersebut sampai mendekati 20 persen, tentu dengan berbagai cara agar dapat menyiasati pemasukan. Mulai dari mengurangi ongkos atau biaya produksi, mengurangi stok, dan lain-lain.

Dia mengakui, kafenya ketika itu makin merasakan dampak dari pandemi Covid-19, karena sekitar 80 persen dari pengunjung Be'es adalah mahasiswa. Nah, saat virus korona melanda kota ini, dan perkuliahan secara tatap muka secara langsung dihentikan diganti proses pebelajaran melalui daring, pegunjung kafe langsung berkurang drastis.

Namun sekarang pihaknya bisa menyiasati kekosongan pengunjung, dengan penyediaan akses wifi untuk belajar daring, termasuk bekerjasama dengan mahasiswa, khususnya dari fakultas kedokteran untuk kegiatan bimbingan belajar.

"Meski begitu, kami tetap mengutamakan protokoler kesehatan, seperti wajib penggunaan masker, menyediakan hand sanitizer dan wadah untuk cuci tangan, serta meperhatikan jarak antar pengunjung kafe. Bahkan kami mengadakan penyemprotan disinfektan yang dilakukan secara terjadwal,“ paparnya.

Menurut dia, pada masa sebelum pandemi kafe biasanya buka pukul 09.00 sampai 23.00 WIT. Namun karena diberlakukannya batas waktu maksimal jam buka usaha, maka saat ini disiasati dengan buka lebih pagi dari 08.00 dan tutup pada pukul 20.00 WIT.

"Pernah ada pengalaman karena kurang info dan sosialisasi tentang Peraturan Wali Kota (Perwali) jam buka tutup usaha, kafe ini pernah disidak padahal pemilik kafe sendiri belum mengetahui info tentang Perwali tersebut.

Satrio dan teman-temannya para pengusaha kecil menengah, khususnya di sektor bisnis kafe, berharap ke pemerintah adanya pemberlakuan jam usaha yang lebih dilonggarkan.

Mereka yakin bisa ikut menekan penyebaran Covid-19, dengan cara penerapan protokoler kesehatan secara ketat. Pihaknya kata Satrio akan mengontrol para pengunjung kafenya, supaya tidak melanggar protokol kesehatan tersebut, agar perubahan perilaku di masa pandemi Covid-19 ini bisa berjalan dengan baik demi memutus mata rantai penyebaran virus korona.

"Menurut info dari pegiat usaha di daerah lain, bahwa pemerintah daerah setempat telah mengeluarkan kebijakan yang membebaskan retribusi selama setahun. Kami berharap Pemerintah Kota Ambon pun bisa mengeluarkan kebijakan yang sama dengan daerah lain itu," harapnya.(Syamsul Bahri/ZS)

Baca Juga

error: Content is protected !!