Sekilas Info

KASUS PENCURIAN

Enam Pencuri Papan Solar Cell Bandara Mathilda Batlayeri Tanimbar Diringkus Polisi

satumalukuID/Istimewa Kapolres Kepulauan Tanimbar, AKBP. Romi Agusriansyah (kiri), saat mengekspose enam tersangka pencurian papan solar cell milik Bandara Mathilda Batlayeri di Kabupaten Kepulauan Tanimbar.

satumalukuID- Enam orang warga, diduga pencuri papan panel pembangkit listrik tenaga surya (papan solar cell) pada lampu akses jalan masuk Bandara Mathilda Batlayeri, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, akhirnya diringkus polisi.

Selain mencuri alat penerangan jalan masuk bandara, enam pencuri ini yaitu LL, VT, YT, AL, PB, dan AS, juga diduga beroperasi di jalan trans Yamdena, Desa Tumbur, Kecamatan Wertamrian.

Keenam pencuri itu sebenarnya telah berhasil dicokok tim buru sergap Satreskrim Polres Kepulauan Tanimbar, sejak Senin (19/10/2020) lalu. Mereka kini telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan.

"Hasil penyelidikan berhasil meringkus LL pertama kali diduga sebagai pelaku pencurian sehingga pada Senin (19/10/2020) pukul 14.30 WIT," kata Kapolres Kepulauan Tanimbar, AKBP. Romi Agusriansyah, Kamis (22/10/2020).

Dibekuk, LL mengaku tidak sendiri menjalankan aksi pencurian. Dia dibantu dua rekannya. Yaitu VT dan YT. Setelah itu, tim unit Opsnal menghubungi pihak Bandara, memberitahukan permasalahan yang terjadi.

"Sehingga pihak Bandara membuat laporan. Berdasarkan laporan Polisi, penyidik Satreskrim melakukan proses penyidikan terhadap para saksi dan terlapor," katanya.

Dari hasil pemeriksaan diketahui, kasus itu berawal saat LL tak sengaja melihat bekas galian tanah pada tempat AKI lampu jalan tersebut. Dia kemudian mengajak FT dan YT untuk mengambil AKI. Hasil curi ini dijual dan menghasilkan uang.

"Mereka melakukan pencurian di bandara kurang lebih 15 kali. Hasilnya sebanyak 22 lembar papan solar cell berukuran besar, 8 lembar berukuran kecil dan 4 buah AKI," katanya.

LL, lanjut Romi, juga melakukan pencurian dengan sejumlah rekan berbeda. Yaitu bersama VT sebanyak 10 kali pada solar cell dan 2 kali pada AKI. Kemudian masing-masing sekali pada solar cell bersama YT, AS, PB, TY, JL dan DT.

Menurutnya, hasil pencurian dijual dengan harga berbeda. Untuk solar cell kecil dihargai Rp.450.000-500.000. Ukuran besar Rp.500.000-900.000. Sedangkan AKI sendiri dijual dengan harga Rp.300.000

"Yang bersangkutan menjual solar cell dan AKI kepada Bapak D, Bapak A dan Bapak H," jelasnya.

Menurut Romi, aksi pencurian yang kerap dilakukan LL dan rekannya dimulai sejak pukul 02.00 WIT hingga 05.00 WIT dini hari.

Romi mengaku, berdasarkan keterangan tersangka VT, mengaku tidak mengetahui rekannya LL menjual hasil curian tersebut. Dari sekian banyak lembar papan solar cell yang berhasil dijual berjumlah Rp.10.000.000.

"Yang bersangkutan (VT) mendapat bagian sebesar Rp.4.750.000 dari LL," jelasnya.

Menurutnya, barang bukti yang telah diamankan sebanyak 8 lembar solar sell dan 2 buah AKI. Sedangkan para tersangka disangkakan menggunakan Pasal 363 Ayat (1) ke-4e dan ke-5e Jo Pasal 55 Ayat (1) ke-le Jo Pasal 64 Ayat (1) KUHPidana dengan ancaman hukuman 7 Tahun penjara.

"Kita masih terus melakukan penyelidikan untuk menemukan pelaku-pelaku Iain yang yang ada hubungan dengan tindak pidana dimaksud serta barang bukti yang sudah dijual," tandasnya.

Penulis: Husen Toisuta
Editor:redaksi

Baca Juga

error: Content is protected !!