Sekilas Info

LAWAN COVID-19

Pelayanan Publik di Desa Waiheru Tetap Jalan dengan Protokol Kesehatan

satumalukuID/Syamsul Bahri Suasana pelayanan publik dengan tetap menjalankan protokol kesehatan di Kantor Desa Waiheru, Kota Ambon.

satumalukuID - Selama masa pandemi Covid-19 pelayanan publik di Kantor Desa Waiheru, Kecamatan Baguala, Kota Ambon tetap berjalan.  Namun demikian, para petugas yang melayani dan warga yang berkepentingan diwajibkan mengikuti protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran virus tersebut.

“Sebagaimana instruksi pemerintah untuk menekan laju penyebaran korona, standar protokoler kesehatan menjadi perhatian khusus dalam pelayanan publik,“ terang Kepala Seksi Pemerintahan Desa Waiheru, saat ditemui satumalukuID, Rabu (21/10/2020). 

Pengurusan berkas tersebut, kata Rahmat, seperti Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) dan Surat Keterangan Domisili Usaha (SKDU), dan sebagainya selama masa pandemi, yang dimulai dari jam 09.00 pagi sampai 15.00 sore. 

Adapun alur masuk atau pelayanan publik di Kantor Desa Waiheru selama pandemi Covid-19 adalah:

1. Wajib menggunakan masker dari rumah (menggunakan masker dan/atau pelindung wajah, dan apabila dengan masker kain, sebaiknya menggunakan masker kain 3 lapis);

2. Cuci tangan, sebelum atau setelah mendapatkan pelayanan, wajib cuci tangan dengan sabun pada air mengalir.

3. Pengecekan suhu tubuh (jika terdeteksi suhu tubuh >37,3 C, maka  masyarakat bersangkutan dilarang masuk area kantor dan/atau berkoordinasi dengan pihak terkait untuk dapat penanganan lebih lanjut).

4. Gunakan hand sanitizer jika dibutuhkan selama dalam proses pelayanan.

5. Masyarakat menuju pelayanan/keperluan.

6. Selama pelayanan tidak ada kontak fisik (menghindari kontak fisik saat menyampaikan salam). Jaga jarak atau physical distancing dalam antri berdiri/duduk ( jarak antara pegawai dengan masyarakat, dan antar masyarakat dengan masyarakat minimal 1 meter)

Lebih lanjut Rahmat katakan, pihak Pemerintah Desa Waiheru berharap tetap semaksimal mungkin memberikan pelayanan, agar warga tidak menemui kesulitan dalam pelayanan publik tentang pengurusan berkas ataupun urusan berkaitan dengan pemerintah desa.

“Tentu dengan standar protokoler kesehatan yang menjadi perhatian serius kami, demi mempercepat proses new normal setelah masa Pembatasan Sipil Berskala Besar (PSBB) dan PSBB Transisi yang sudah berjilid-jilid ini,“ tandasnys.(Syamsul Bahri/ZS)

Baca Juga

error: Content is protected !!