Sekilas Info

KORUPTOR BANDARA MOA

Buronan Korupsi Bandara Moa Tiakur Maluku Barat Daya Ditangkap di Pekanbaru

satumalukuID/Istimewa

satumalukuID- Tim Kejati Maluku terbang ke Jakarta, pasca ditangkapnya Sunarko, buronan kasus korupsi pembangunan runway Bandara Moa Tiakur, Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) tahun 2012.

Sunarko dibekuk tanpa perlawanan saat diketahui bersembunyi di kamar 208 Hotel Asnof, Jalan Tuanku Tambusai, Tengkerang Bar Kecamatan Marpoyan Damai Kota Pekanbaru, Riau, Selasa (20/10/2020) pukul 20.10 WIB.

Kepala Seksi Penerangan Hukum dan Humas Kejati Maluku Samy Sapulette, membenarkan penangkapan satu DPO tersebut.

Meski begitu, dirinya belum dapat memastikan apakah Sunarko akan diterbangkan balik ke Ambon, Ibukota Provinsi Maluku.

"Nanti kita lihat. Yang jelas ada tim yang berangkat dari Kejati. Nanti kalau jadi atau tidaknya (DPO dikirim ke Ambon) akan saya sampaikan kepada teman-teman," kata Samy kepada satumaluku.id di depan ruang kerjanya, Kejati Maluku, Kota Ambon, Rabu (21/10/2020).

Sebelumnya, Jaksa Agung Muda Intelijen Kejagung Sunarta melalui keterangan tertulis di Jakarta, Selasa tengah malam, mengatakan penangkapan terhadap Sunarko melibatkan petugas Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Pekanbaru.

Petugas gabungan Kejagung meringkus pria berusia 70 tahun sebagai Direktur PT Bima Prima Taruna itu di Hotel Asnof Kamar 208 Pekanbaru Jalan Tuanku Tambusai Tengkerang Bar Kecamatan Marpoyan Damai Kota Pekanbaru Provinsi Riau.

Penangkapan Sunarko berdasarkan Putusan Mahkamah Agung RI Nomor: 903 K/PID.SUS/2019 tertanggal 23 Mei 2019 serta Surat Perintah Pelaksanaan Putusan Pengadilan (P-48) Kepala Kejaksaan Negeri Tual Nomor : Print-126/Q.1.12/Fuh.3/04/2020 tertanggal 21 April 2020.

Pelaksanaan Putusan MA itu terkait tindak pidana korupsi pembangunan konstruksi runway Bandara Moa Tiakur pada APBD Kabupaten Maluku Barat Daya Tahun Anggaran 2012 senilai Rp19 miliar dengan kerugian mencapai Rp3,1 miliar.

Majelis Hakim Tindak Pidana Korupsi Ambon diketuai Jimmy Wally, didampingi Ronny Felix Wuisan dan Hery Leliantono selaku hakim anggota memvonis Sunarko penjara empat tahun penjara serta denda Rp200 juta, subsider dua bulan kurungan.

Terdakwa lainnya, Paulus Miru yang merupakan mantan Kadishub Kabupaten Maluku Barat Daya divonis 1,5 tahun penjara dan denda Rp50 juta, subsider dua bulan kurungan.

Majelis hakim juga menjatuhkan vonis empat tahun penjara dan denda Rp200 juta, subsider dua bulan kurungan, membayar ganti rugi Rp241 juta, dan menyita harta benda untuk menutupi kerugian uang negara terhadap Nicolas Paulus yang merupakan konsultan pengawas pembangunan bandara itu.

Hakim memvonis sama kepada terdakwa John Tangkuman yang merupakan mantan Kadishub Maluku Barat Daya yang divonis empat tahun penjara dan denda Rp200 juta, subsider dua bulan kurungan, namun tidak dihukum membayar uang pengganti.

Awalnya, perkara ini ditangani tim jaksa penyelidik dari Kejaksaan Agung sejak akhir 2016, kemudian dilimpahkan ke Kejaksaan Tinggi Maluku pada April 2017.

Penulis: Husen Toisuta
Editor:redaksi

Baca Juga

error: Content is protected !!