Sekilas Info

LEGENDA MUSIK

Meski Sudah 20 Tahun Meninggal Dunia, Tiap Bulan Karya Broery Marantika Didengarkan 143 Ribu Kali di Spotify

Broery Marantika Pesulima

satumalukuID – Broery Pesulima yang beken dengan nama Broery Marantika adalah seorang legenda. Karya-karyanya tetap dikenang abadi di kalangan penggemarnya, kendati Nyong Ambon ini sudah 20 tahun meninggalkan dunia.

Platform musik digital Spotify, Minggu (18/10/2020), mencatat, penggemar Broery dalam 28 hari terakhir (monthly listener) mendengarkan lagu-lagunyanya sebanyak 143 ribu kali. 

Sejauh ini 10 karya musik Broery yang paling banyak didengarkan adalah Jangan Ada Dusta Diantara Kita yang sudah menembus angka 3.144.288, Kemesraan (1.603.030), Widuri (1.445.915), Biarlah Bulan Bicara (1.295.4), Rindu yang Terlarang(1.126.213), Angin Malam (961.904), Hati yang Terluka (726.414), Charisma Cinta (655.971), Kaulah Segalanya(652.758), Setangkai Anggrek Bulan (138.390). 

Itu baru hanya di akun platform music digital spotify, belum lagi di Apple Music, Youtube Music, dan berbagai platform digital lainnya. 

Banyaknya Jumlah pendengar karya Broery di aplikasi musik digital merupakan sebuah prestasi. Pasalnya, saat Broery masih berkarya, belum ada digitalisasi musik. Bahkan teknologi sosial media yang sangat memudahkan para musisi untuk mempromosikan lagu-lagunya juga Belum ada.

Masih sering diputarnya lagu-lagu karya Broery juga tak lepas dari loyalitas penggemarnya. Di akun facebook, dengan mudah dilacak para penggemar fanatic Broery membuat Group Facebook sebagai ajang silaturahmi.

Group Facebook Music Club Broery misalnya. Jumlah anggota group ini mencapai 3,6 ribu orang. Sedangkan group facebook Penggemar Lagu-Lagu Broery Marantika dan Dewi Yull mencapai 6,8 ribu. Mereka sangat aktif men-share lagu-lagu kenangan dari Broery di berbagai platform sosial media.

Broery lahir di Kota Ambon pada 25 Juni 1948 dan meninggal di Cinere Depok, Jawa Barat pada 7 April 2000 dalam usia 51 tahun.

Nama aslinya adalah Simon Dominggus Pesulima, selama kariernya ia juga menggunakan nama Broery Marantika yang diambil dari nama keluarga ibunya. Broery dibesarkan oleh keluarga pamannya dari pihak ibu, Pdt. Simon Marantika. 

Ayahnya bernama Gijsberth Pesulima sedangkan ibunya bernama Wilmintje Marantika. Broery memiliki tiga saudara yaitu Henky, Freejohn dan Helmi. Helmi Pesulima juga dikenal sebagai seorang penyanyi.

Pernikahannya dengan Wanda Irene Latupeirissa pada tahun 1989 mewariskan dua anak yakni yakni Indonesia Putra Pesulima yang lahir pada 23 Juli 1990  dan Nabila Methaya Pesulima yang lahir pada tahun 1991.

Sepanjang kariernya, selain dikenal sebagai solois, Broery juga dikenal sering berkolaborasi dengan sejumlah artis papan atas pada masanya seperti Emilia Contessa, Dewi Yull, Vina Panduwinata dan Rossa.

Lagu-lagu yang dipopulerkan penyanyi yang bernaung di label Musica Studio ini sangat banyak. Albumnya sudah puluhan dan meraih penghargaan musik tidak hanya di Indonesia tetapi juga di Malaysia. Dia juga membintangi belasan film dalam kurun waktu tahun 1970-an. 

Penulis: Petra Josua
Editor:Redaksi

Baca Juga

error: Content is protected !!