Sekilas Info

Tim IAKN Ambon Latih Guru SMPN 2 Kairatu Barat Manfaatkan Aplikasi Sederhana untuk Proses Belajar Mengajar

IAKN Ambon latih guru-guru SMP Negeri 2 Kairatu Barat, Kabupaten Seram Bagian Barat menerapkan metode pembelajaran non-konvensional (14/10/2020).

satumalukuID - Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Ambon, melatih guru SMP Negeri 2 Kairatu Barat, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) untuk menerapkan sistem pembelajaran non-konvensional agar mengurangi aktivitas kunjungan ke rumah-rumah siswa selama masa pandemi Covid -19.

Pasca diterapkannya metode Belajar Dari Rumah (BDR) di Kabupaten SBB, proses pembelajaran agak sedikit terhambat karena sejumlah masalah.

Pembantu Rektor I Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga IAKN Ambon, Yance Z. Rumahuru melalui sambungan telepon dari Ambon, mengatakan sedikitnya 25 guru dari berbagai mata pelajaran dan jenjang kelas ikut serta dalam pelatihan dan pendampingan yang dilaksanakan tim IAKN Ambon.

Mereka dilatih dan didampingi untuk memanfaatkan aplikasi sederhana dan mudah digunakan untuk proses belajar mengajar secara daring, seperti Google Class Room, Facebook dan WhatsApp.

Selain itu, mereka juga diberikan materi-materi belajar, dan informasi terkait laman-laman pembelajaran yang bisa membantu dalam melaksanakan tugas-tugasnya.

Kegiatan pelatihan dan pendampingan bertema transformasi budaya pembelajaran di era normal baru pasca Covid-19 tersebut, merupakan bagian dari program pengabdian kepada masyarakat yang juga salah satu tri dharma perguruan tinggi.

"Tim yang melatih dan mendampingi guru-guru di sini, terdiri dari enam dosen dari berbagai program studi, satu mahasiswa S3 dan dua mahasiswa S1 di IAKN," ujar Yance.

Menurut dia, berbeda dengan Google Class Room yang masih awam digunakan, aplikasi WhatsApp dan Facebook cukup ramai digunakan oleh masyarakat di Kecamatan Kairatu Barat untuk bersosial media dan berkomunikasi secara daring.

Aplikasi tersebut tidak menggunakan banyak jaringan internet dan bisa dimanfaatkan untuk proses belajar-mengajar, terutama aplikasi Facebook yang masih bisa digunakan meski tidak ada pulsa data.

"Kendala terbesar memang jaringan internet tidak cukup kuat, tetapi setelah kami survei ada beberapa titik yang jaringannya cukup baik untuk menggunakan aplikasi sederhana, walaupun memang tidak bisa digunakan oleh banyak orang sekaligus," kata Yance.

Baca Juga

error: Content is protected !!