Sekilas Info

DEMO TOLAK OMNIBUS LAW

Cipayung Ambon Silaturahmi ke Kapolda Maluku, Harap Dua Mahasiswa yang Ditahan Agar Dilepas

satumalukuID/Humas Polda Maluku Kelompok Cipayung Ambon saat temui Kapolda Maluku Irjen Pol. Baharudin Djafar (kanan).

satumaluku- Sejumlah Organisasi Kepemudaan (OKP) yang tergabung dalam kelompok Cipayung di Ambon, datang bersilaturahmi dengan Kapolda Maluku, Irjen Pol. Baharudin Djafar, di ruang kerjanya, Mapolda Maluku, Kota Ambon, Jumat sore (16/10/2020).

Kedatangan para ketua OKP Cipayung ini sekaligus meminta maaf atas aksi anarkis di Depan Kampus Universitas Pattimura Ambon, dan berharap dua mahasiswa yang ditahan agar dapat dilepas.

Mereka yang datang bersilaturahmi yaitu Ketua Umum HMI Cabang Ambon, Burhanudin Rumbouw, Ketua Umum KAMMI Daerah Kota Ambon, Ahmad Firdaus Mony, Ketua Umum PMII Cabang Ambon, Saiful Renuat, dan Sekretaris GMNI Cabang Ambon, Albertus YR Pormes.

"Mereka meminta maaf atas terjadinya aksi demo anarkis kemarin, yang menyebabkan ketidaknyamanan, dan meresahkan masyarakat," kata Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol. M. Roem Ohoirat.

Aksi unjuk rasa yang berlangsung anarkis sejak sore hingga malam tersebut, diakui di luar kontrol kelompok Cipayung. Mereka mengaku aksi tersebut dikoordinir oleh Gerakan Rakyat Maluku Melawan (Geram) Omnibus Law, Kota Ambon.

"Mereka juga memohon kepada bapak Kapolda agar dua orang anggota mereka yang ditahan itu bisa dilepas," katanya.

Mereka berharap Kapolda dapat memberikan pembinaan kepada dua orang mahasiswa tersebut selaku orang tua kepada anak.

"Mereka mengaku teman mereka itu sedang kuliah. Sehingga minta kebijakan dari bapak Kapolda dan kalau bisa bapak kapolda memberikan pembinaan kepada mereka selaku orang tua kepada anak," terangnya.

Di sisi lain, tambah Roem, mengaku mereka juga akan memberikan sanksi organisasi kepada dua mahasiswa yang termasuk bagian dari anggota Cipayung tersebut.

"Jadi bapak Kapolda mengucapkan terimakasih atas kehadiran mereka. Dan terkait dua orang teman mereka yang ditahan itu akan dibicarakan kemudian dengan bapak Kapolresta," katanya.

Kapolda Maluku berharap kejadian tersebut bisa dijadikan sebagai sebuah pembelajaran. Sehingga ke depan unjuk rasa bisa berjalan dengan tertib, aman dan damai.

Orang nomor 1 Polda Maluku ini mengaku, Polri akan senantiasa mendukung kegiatan penyampaian pendapat di muka umum.

Bahkan, lanjut Kapolda, Polri siap memberikan pelayanan dan pengamanan dalam setiap aksi demonstrasi, asalkan berjalan sesuai mekanisme yang telah diatur sesuai prosedur.

"Jangan lagi terjadi aksi aksi sampai anarkis," pintanya.

Menyoal laporan mahasiswa terkait aksi penganiayaan yang dilakukan sejumlah oknum polisi dalam aksi unjuk rasa, Jenderal Bintang Dua Polri itu mengaku telah memerintahkan Propam Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, untuk melakukan penyelidikan.

Dari hasil penyelidikan, terindikasi dua oknum Polresta Ambon. Mereka saat ini sedang diperiksa di Propam Polresta Ambon.

"Kalau memang mereka terbukti memukul mahasiswa, maka tetap akan diproses sesuai dengan hukum yang berlaku," tegasnya.

Baca Juga

error: Content is protected !!