Sekilas Info

KASUS KEKERASAN

Aniaya Anak Angkat Hingga Tewas Karena Nakal Pegawai RSUD Haulussy Ambon Menyesal

satumalukuID/Chen Toisuta EM tersangka yang menganiaya anak angkat hingga tewas.

satumalukuID- EM, ayah angkat dari bocah 7 tahun berinisial SOF yang dianiaya hingga tewas, mengaku menyesal atas perbuatannya.

Hanya karena nakal, EM dan istrinya MK tega menganiaya anak asuh mereka yang telah dipiara sejak tahun 2018 silam.

"Saya tidak aniaya pak, saya hanya pukul, karena nakal," kata EM saat ditanya Kapolresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, Kombes Pol. Leo Surya Nugraha Simatupang, Rabu (14/10/2020).

EM mengaku menganiaya putri angkatnya itu dengan cara mencambuknya menggunakan rotan dan kabel.

"Saya cuma pukul pakai rotan, ada pakai kabel kacil lai. Saya pukul hanya tiga-tiga kali dari kaki," ungkap EM.

Menyoal alasannya tersangka tidak membawa korban untuk dirawat di Rumah Sakit, saat anak tersebut mengeluh sakit, EM mengaku almarhumah menolak.

"Sudah berusaha membawanya ke rumah sakit, tetapi anaknya bersikeras tidak mau tidak mau ke rumah sakit," katanya.

Kapolresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, Kombes Pol. Leo Surya Nugraha Simatupang mengaku, pihaknya masih menunggu hasil otopsi dari dokter forensik. Hasil otopsi diperlukan agar mengetahui penyebab almarhumah bisa meregang nyawa.

"Hasil otopsi secara resmi belum (keluar). Tapi ada kelihatan memar di bagian punggung, pendarahan di dada sebelah kanan, pendarahan di mata kanan, memar di dagu, pendarahan di telinga bagian kiri dan kanan, pendarahan di hidung, memar di betis kanan, luka robek di bibir atas dan bibir bawah, pendarahan di usus kecil dan memar di paha kiri. Ini hasil kemarin yang didapat, tapi nanti akan disimpulkan oleh dokter," katanya.

Sebelumnya, penyidik Satreskrim Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, akhirnya membongkar kuburan SFO, bocah 7 tahun yang diduga tewas dianiaya orang tua angkatnya sendiri.

Pembongkaran berlangsung di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Negeri Tial, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah, Pulau Ambon, Sabtu (10/10/2020) pukul 13.00 WIT.

Berdasarkan informasi yang dihimpun satumaluku.id, menyebutkan, setelah kuburan almarhumah dibongkar, penyidik langsung melakukan otopsi di atas makam tersebut.

Proses otopsi untuk mengetahui penyebab kematian anak malang itu dilakukan Dokter Forensik Arkipus Pamuttu dan dibantu 2 orang pelaksana Personil Bidang Dokes Polda Maluku.

Untuk diketahui, SFO diduga dianiaya orang tua angkatnya sendiri yaitu EM dan MK. Pasangan suami istri yang merupakan Aparat Sipil Negara (ASN) itu kerap menganiaya korban.

EM adalah pegawai RSUD dr. M. Haulussy Ambon. Dia bertugas sebagai sopir mobil ambulance dan istrinya MK, merupakan oknum ibu guru SD Negeri 82 Ambon. Keduanya sudah diamankan polisi sejak Rabu (7/10/2020).

Kapolresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, Kombes Pol. Leo Surya Nugraha Simatupang, mengaku, belum mengetahui motif dibalik penganiayaan hingga menyebabkan anak tak berdosa itu meninggal dunia.

Mantan Kapolres Pulau Buru itu melanjutkan, untuk sementara, pelaku disangkakan dengan pasal 170, 340, 338  KUHPidana dengan ancaman pidana selama 20 Tahun.

Penulis: Husen Toisuta
Editor:redaksi

Baca Juga

error: Content is protected !!