Sekilas Info

Polisi Cari Aktor Intelektual Aksi Demo Anarkis di Depan Kampus Unpatti Ambon

satumalukuID/Chen Toisuta Kapolresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, Kombes Pol. Leo Surya Nugraha Simatupang (kanan), saat memberikan keterangan penetapan dua demonstran sebagai tersangka (kiri).

satumalukuID- Dua orang demonstran, MR (23) dan HS (25), resmi ditahan polisi. Tim gabungan Polresta Ambon dan Polda Maluku, kini mencari satu aktor intelektual lain berinisial A yang diketahui merupakan senior dari dua mahasiswa tersebut.

MR dan HS ditetapkan sebagai tersangka karena diduga merupakan pelaku pelemparan dalam aksi anarkis penolakan Undang-Undang Omnibus Law di depan Kampus Universitas Pattimura Ambon, Senin (12/10/2020) lalu.

Kapolresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, Kombes Pol. Leo Surya Nugraha Simatupang, mengatakan, demonstrasi penolakan UU Omnibus Law Cipta Kerja berujung bentrok. Baku lempar terjadi antara mahasiswa dan masyarakat.

"Demo anarkis. Ada balasan dari masyarakat dan ini yang kami cegah jangan sampai masyarakat dan kelompok-kelompok yang membuat premanisme ini terjadi," kata Leo kepada wartawan di Ambon, Rabu (14/10/2020).

Menurutnya, pasca terjadinya aksi anarkis, pihaknya mengamankan 13 orang mahasiswa. Dari hasil pemeriksaan selama 1x24 jam, penyidik kemudian  mengembalikan 11 orang.(Baca Juga: Dua Orang Demonstran di Ambon Ditetapkan Sebagai Tersangka, Terancam 7 Tahun Penjara)

Belasan orang tersebut, lanjut Leo, dipulangkan dengan status wajib lapor. Sementara dua orang mahasiswa lainnya dijadikan tersangka dan ditahan di rumah tahanan Polresta Pulau Ambon.

Dua tersangka ditetapkan setelah pihaknya melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi korban yang terkena lemparan batu, warga sekitar dan beberapa video dan foto.

"Setelah itu kami kroscek dan yang bersangkutan (tersangka) sudah melihat video tersebut dan mengakui itu adalah dirinya, mengakui dia pelaku yang melempar," katanya.

Leo mengatakan, dalam aksi anarkis tersebut sebanyak 6 anggota Polresta Ambon juga ikut terluka. Mereka sudah di visum dan diperiksa sebagai saksi.

"Saat ini kami dibackup Polda Maluku sedang melakukan pendalaman lagi untuk mencari aktor-aktor intelektual yang dibelakang ini. Kami sedang mencoba mencari keberadaan saudara A," katanya.

A, kata Leo, sedang dicari untuk dimintai keterangannya terkait sejauh mana keterlibatannya dalam aksi penolakan UU Omnibus Law tersebut hingga berujung chaos dengan masyarakat.

"Kita sudah mencari di beberapa tempat kos kosannya, belum kita temukan dan sudah kita hubungi juga keluarganya. Informasinya dulu pernah mahasiswa dan katanya bukan mahasiswa lagi (senior)," tandasnya.

Foto: Kapolresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, Kombes Pol. Leo Surya Nugraha Simatupang (kanan), saat memberikan keterangan penetapan dua demonstran sebagai tersangka (baju orange). (Chen Toisuta)

Penulis: Chen Toisuta
Editor:redaksi

Baca Juga

error: Content is protected !!