Sekilas Info

Gara-gara Suara Keras Knalpot Motor, Dua Warga di Seram Barat Tewas

satumalukuID/Istimewa Sepeda motor pelaku hangus dibakar.

satumalukuID- Naas menimpa SL (23) dan YL (49). Dua warga di Kecamatan Seram Barat, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) ini, tewas diterjang senjata tajam. Seorang lagi yaitu JL (31), terluka dan masih ditangani medis. Polisi sedang mengejar pelaku tak dikenal ini.

SL merupakan warga Dusun Translok, Desa Eti, sementara YL dan JL adalah warga Desa Lumoli, Kecamatan Seram Barat.

Peristiwa itu berawal dari suara keras knalpot kendaraan sepeda motor jenis Honda Supra GTR DE 3484 NN. Bunyi keras terjadi akibat diblayer atau gas motor dimainkan berulang kali oleh orang tak dikenal (OTK).

Sumber satumaluku.id menerangkan, peristiwa itu berawal pada Senin (12/10/2020) malam atau sekira pukul 21.25 WIT. Bertempat di Dusun Translok, Desa Eti atau tepatnya di perempatan jalan SD Inpres Mata Empat, melintas OTK menggunakan motor tersebut dari arah Piru.

Pelaku misterius ini kemudian memain-mainkan gas motornya (blayer) di Tempat Kejadian Perkara (TKP). Karena menimbulkan suara bising, almarhum SL yang sedang duduk di atas deker (tangan jembatan) kemudian menegur pelaku. Saat itu pelaku langsung tancap gas menuju Desa Lumoli.

Kurang lebih 30 menit berlalu, OTK atau pengendara motor ini balik lagi di TKP. Dia turun dari atas motor dan berjalan menuju korban SL yang masih duduk di atas deker. Tanpa basa basi, OTK itu menusuk dada kiri korban dengan pisau.

Usai menusuk korban, pelaku melarikan diri. Dia kabur tanpa menggunakan sepeda motornya. Peristiwa itu diketahui warga sekitar. Mereka marah dan membakar motor pelaku. Sedangkan korban dilarikan ke RSUD Piru. Sayang, ajal berkata lain. Stewar menghembuskan nafas terakhir.

“Korban meninggal dunia di RSU Piru dengan hasil Visum mengalami  luka tikam di bagian dada sebelah kiri tepat mengenai jantung dengan panjang 7 cm dan lebar 3 cm dengan panjang  jahitan bagian luar 9 jahitan dan bagian dalam 5 jahitan,” ungkap sumber yang enggan menggunakan identitasnya, Rabu (14/10/2020).

Tak lama setelah korban dilarikan ke RSUD Piru, sekira pukul 23.15 WIT, dari arah Desa Lumoli datang 4 orang warga setempat. Mereka datang sambil menggenggam parang dan tombak. Tidak hanya itu, mereka juga mengeluarkan kata makian tepat di depan rumah saksi FL. Kala itu saksi telah meminta mereka untuk kembali. Sayangnya, permintaan ASN ini tidak dihiraukan. Mereka tetap menuju Dusun Translok.

“Tepatnya di depan rumah almarhum Julius Jacob, terjadi perkelahian antara ke empat orang itu dengan sejumlah warga Dusun Translok,” tambah sumber ini.

Perkelahian tersebut menyebabkan JL menderita luka bacok di bahu sebelah kiri dengan panjang 25 cm. Dia dibacok OTK. Sementara temannya YL, mengalami sejumlah luka potong di tubuhnya hingga meregang nyawa seketika di TKP.

Kapolres SBB AKBP. Bayu Tarida Butar-butar yang dihubungi wartawan dari Ambon membenarkan persitiwa itu. Menurutnya, hingga saat ini situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) pasca kejadian itu, kondusif.

“Kita masih pendalaman saksi-saksi dan keterangan warga di lokasi, belum ada yang ditahan. Situasi di TKP sudah kondusif, aman terkendali,” sebutnya.

Penulis: Chen Toisuta
Editor:redaksi

Baca Juga

error: Content is protected !!