Sekilas Info

Dibacok OTK, Warga Wakal Lari ke Hutan, Ditemukan Selamat Bersimbah Darah

satumalukuID/Chen Toisuta Kapolresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, Kombes Pol. Leo Surya Nugraha Simatupang.

satumalukuID- Sempat dikabarkan hilang, US, warga Negeri Wakal, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah, ditemukan selamat dengan kondisi berlumuran darah, Selasa (13/10/2020) pagi. Dia dibacok orang tak dikenal (OTK) di kawasan Dusun Taeno, Desa Rumah Tiga, Kecamatan Tekuk Ambon, Kota Ambon, Senin (12/10/2020) siang.

Pria 38 tahun ini selamat setelah berhasil melarikan diri masuk ke dalam hutan. Dia diserang oleh kurang lebih 10 OTK menggunakan parang. Kepalanya, kedua tangannya, dan paha kaki kanannya menderita luka robek, dibacok para pelaku misterius tersebut. Saat ini polisi masih mengejar mereka.

Kasus penganiayaan berat ini berawal setelah korban dan beberapa warga Wakal melakukan pengukuran dan mematok batas wilayah antara Negeri Wakal dan Rumah Tiga di Dusun Taeno. Jelang siang hari, korban dengan mengendarai motor, dicegat para pelaku di tengah jalan.

Dicegat, para pelaku menanyakan asal korban. Setelah mengaku dirinya warga Wakal, satu diantara pelaku langsung melayangkan pedang beberapa kali ke arah kepala, dua tangan dan paha kanannya.

Korban selamat dari maut setelah berlari masuk hutan. Dengan kondisi terluka, dia berusaha bertahan hidup. Dari dalam hutan Taeno, korban berjalan menuju hutan Talaga Kodok, Negeri Hitu. Sempat bermalam di hutan, korban lalu melanjutkan perjalanan ke pemukiman warga Talaga Kodok.

"Korban datangi rumah warga Talaga Kodok minta pertolongan. Oleh warga kemudian melarikan korban ke Rumah Sakit Bhayangkara Ambon," kata sumber kepada satumaluku.id, Rabu (14/10/2020).

Pihak keluarga, lanjut sumber yang enggan menggunakan identitasnya ini, mengaku sempat melaporkan berita kehilangan korban ke aparat kepolisian.

“Motifnya ini kita belum tahu persis tapi sebelumnya ada sengketa lahan antara kedua desa tersebut,” kata Kapolresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, Kombes Pol Leo Surya Nugraha Simatupang yang membenarkan kejadian itu kepada wartawan di Ambon, Rabu (14/10/2020).

Menurut Leo, para pelaku kasus penganiayaan tersebut masih terus diselidiki. Sementara korban masih dirawat di rumah sakit Bhayangkara Polda Maluku. Kondisinya mulai membaik.

“Untuk pelaku-pelaku masih dikejar kita berharap segera ditangkap,” katanya.

Mantan Kapolres Pulau Buru ini meminta masyarakat kedua desa tidak terpancing isu-isu menyesatkan. Dia meminta sepenuhnya mempercayakan polisi untuk menangani kasus tersebut hingga tuntas.

“Kita harapkan masyarakat dengan petugas bisa bersama menjaga lingkungannya masing-masing, Kapolsek Leihitu dengan warganya dan Kapolsek Teluk Ambon dengan warganya untuk menjaga situasi daerah masing-masing,” pintanya.

Foto: Kapolresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, Kombes Pol Leo Surya Nugraha Simatupang. (Chen Toisuta)

Baca Juga

error: Content is protected !!